Kerap Dilewati Mahasiswa UINAM, 'Lorong Tikus' Rawan Begal

Kerap Dilewati Mahasiswa UINAM, 'Lorong Tikus' Rawan Begal

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Gowa - 'Lorong tikus' yang banyak diakses oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar (UINAM), Samata Gowa, yang terletak tepat di samping pintu 2 kampus, rawan terjadi kasus begal. Seperti yang marak terjadi akhir akhir ini.

Mahasiswa tidak memiliki pilihan akses lain selain lorong tikus untuk tiba dengan cepat di kampus. Namun, di lorong itu banyak ancaman yang dapat terjadi seperti begal dan oknum yang melakukan pelecehan.

"Memang marak terjadi begal dan pelecehan, tetapi tidak ada pilihan lain terlebih untuk kami pejalan kaki agar tiba lebih cepat di kampus mengikuti kegitan perkuliahan," ungkap salah satu mahasiswa UINAM yang enggan disebutkan namanya, Senin 19 Desember 2022.

Selain ancaman begal dan pelecehan, di musim hujan seperti sekarang lorong tersebut menjadi lembab dan banyak genangan air menyebabkan pejalan kaki sulit mengakses jalan. Juga tembok tinggi di kedua sisinya sebagian sudah ada yang roboh, menambah ketakutan bagi mereka yang mengakses jalan tersebut.

"Lorong ini memang akses tercepat untuk kami yang tinggal di belakang kampus UIN Alauddin Makassar atau biasa disebut Belanda (belakang dakwah), tetapi tembok tinggi di sisi kanan dan kiri menjadi alasan para oknum melakukan pelecehan karena tidak terlihat oleh orang lain," ucap mahasiswi UINAM lainnya, Rismayanti.

Di waktu siang saja lorong tersebut sudah terlihat menyeramkan karena selain diapit tembok tinggi di kedua sisinya juga terdapat pepohonan seperti pohon bambu yang membuat suasana lorong menjadi gelap terlebih di malam hari. Hanya terdapat satu lampu disepanjang lorong tersebut.

Sering kali hampir terjadinya tabrakan antara pemotor ataupun dengan pejalan kaki, karena memang aksesnya yang begitu sempit, ucap salah satu mahasiswa.

Akses yang sempit menyebabkan hanya pejalan kaki dan pengendara bermotor saja yang bisa melalui. Terdapat banyak belokan - belokan, mahasiswa/i berharap adanya pemasangan convex mirror (cermin tikungan) agar tidak terjadi tabrakan.

Citizen Reporter : Dela Abidin (Mahasiswi Universitas Islam Negeri Makassar)