Kementerian ESDM Segera Larang Smelter Jenis RKEF

Kementerian ESDM Segera Larang Smelter Jenis RKEF

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Perusahaan tambang nikel kedepam bakal dilarang membangun smelter yang cuma memproduksi nikel kualitas rendah. Kementerian ESDM melarang membangun smelter berteknologi Rotary Klin Electric Furnace atau RKEF.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan sedang mengevaluasi kembali pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di dalam negeri. Terutama smelter yang menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan evaluasi tersebut penting dilakukan lantaran sebaran smelter nikel berteknologi RKEF yang menghasilkan produk olahan nikel kelas dua berupa nickel pig iron (NPI) sudah menjamur.

Menurut dia, kondisi tersebut lantas berdampak pada harga jual nikel global yang melemah imbas melimpahnya produk nikel asal RI. "Kalau yang belum berjalan dievaluasi lagi," kata Arifin ditemui di Gedung Ditjen Migas, dikutip Selasa 20 Februari 2024.

Arifin menyebut unit smelter yang bakal masuk evaluasi salah satunya yakni milik PT Vale Indonesia. Sebagaimana diketahui, Vale saat ini tengah membangun smelter berteknologi RKEF di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi tengah (Sulteng).

"Pasti, tapi bukan berarti stop program hilirisasinya tapi dia (Vale) harus masuk ke segmen dimana produknya masih bertumbuh marketnya," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan proyek smelter di Bahodopi senilai US$ 2,1 miliar atau Rp 31,28 triliun (kurs Rp 14.898/US$) ini nantinya akan menggunakan teknologi rendah karbon dalam proses pengolahannya. Salah satunya dengan menggunakan teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF).

"Mitra kami mendukung untuk menggunakan teknologi rendah karbon. Pabrik ini akan menjadi RKEF yang digerakkan dengan tenaga gas alam.

Ini akan menjadi pabrik dengan intensitas karbon kedua terendah di Indonesia setelah pabrik Sorowako," ujarnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Investasi dan Kerja Sama untuk Proyek Blok Bahodopi, Selasa 6 September 2024.

Adapun dalam proses pembangunan proyek ini, Vale turut menggandeng Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai). Menurut dia, pihaknya bersama partner telah berkomitmen dalam melakukan kegiatan penambangan yang berkelanjutan.

Bahkan nantinya terdapat tambahan investasi sebesar US$ 300 juta (sudah termasuk di dalam US$ 2,1 miliar) yang akan digelontorkan untuk tambahan fasilitas LNG. Kapasitas produksi dari proyek ini direncanakan akan berkisar 73.000-80.000 metrik ton nikel per tahun.

"Untuk menunjukkan lagi kami juga bersepakat membuat persemaian yang besar sampai 10 juta pohon masing-masing di Bahodopi dan Pomala, sesuai tujuan vale untuk memperbaiki kualitas hidup kami juga memegang prinsip di mana kami beroperasi harus bawa kemakmuran bersama," katanya.