Kemendikbudristek Fasilitasi Layanan QRIS Bagi Pelaku Seni Budaya di Sulawesi Selatan

Kemendikbudristek Fasilitasi Layanan QRIS Bagi Pelaku Seni Budaya di Sulawesi Selatan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan terus menghidupkan seni dan kebudayaan nusantara.

Salah satunya dengan memberikan layanan aktivasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pelaku seni budaya Sulawesi Selatan.

QRIS sendiri merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Keperdulian dari pemerintah pusat tersebut melalui Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) nyata dilakukan pada Kamis 20 Oktober 2022 di Benteng Rotterdam, Makassar.

Sedikitnya puluhan pelaku seni budaya di Sulawesi Selatan yang mendaftar sejak dibuka pada 8 Oktober sampai tanggal 18 Oktober 2022 lalu.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin mengatakan ini adalah program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbutristek) melalui Ditjen Kebudayan yang diperuntukkan bagi musisi jalanan untuk mendapatkan layanan aktivasi QRIS.

"Jadi, kami memfasilitasi musisi jalanan di Sulawesi Selatan untuk mendapatkan layanan aktivasi QRIS," bebernya pada Kamis 20 Oktober 2022.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menghadirkan layanan QRIS tersebut tentunya untuk memberikan literasi bagi seniman jalanan terkait akses non tunai.

“Ini sudah dilaksanakan di kota lain. Literasi untuk seniman jalanan untuk mengakses transaksi non tunai,"imbuhnya.

Ia juga berharap agar musisi jalanan dianggap sebagai profesi. Karena, selama ini mereka kesulitan untuk mengakses perbankan, sehingga dibutuhkan pemerintah untuk hadir.

"Sudah ada sekitar 90 musisi jalanan yang sudah mendapatkan layanan QRIS di Makassar Sulawesi Selatan. Ini adalah stimulan yang bisa dilanjutkan lagi oleh pemerintah daerahnya," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerapan Kebudayaan dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Irmayanti sangat mengapreasi program dari pemerintah pusat ini.

Ia juga menyampaikan bahwa di Kota Makassar sendiri ada bank tersendiri. Sehingga untuk selanjutnya akan difollup dilihat lagi seperti apa sistemnya mereka dan akan bagaimana selanjutnya.

"Kami apresiasi betul, apalagi jika dilihat selama ini banyak pelaku seni dan kebudayaan yang tidak terdaftar, jangan sampai ada yang menyalahgunakan yang mengatasnamakan pelaku seni binaan kami,”tandasnya.