Terkini, Jeneponto - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan melaksanakan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) di Madrasah Aliyah Jeneponto, Senin, 24 Juni 2024.
Kegiatan di hari pertama itu diikuti 360 peserta yang terdiri dari guru, Kepala Madrasah dan pengawas Madrasah yang dibagi dalam 3 sesi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Salma Amma Ahsal didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jeneponto, Rahmawati Puji dan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Jeneponto, Ihdiana Ishak.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jeneponto, Rahmawati Puji yang dikonfirmasi Terkini mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan format digital melalui Aplikasi Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK).
"Keberadaan guru itu menjadi unsur paling penting dalam pendidikan, keberadaan guru yang berkompeten tidak bisa dielakkan," kata Rahmawati Puji.

Menurutnya, Asesmen kompetensi adalah penilaian terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang menjadi acuan untuk penyusunan kebijakan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan serta pemetaan kesesuaian kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan standar kompetensi.
"Sasaran AKGTK seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah yang terdiri dari guru, pengawas dan kepala madrasah," jelasnya.
Lebih lanjut, Rahmawati Puji menyampaikan tujuan dari pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan.

"Tujuan AKGTK ini untuk mengetahui kompetensi guru, Kamad dan pengawas madrasah, yang pada akhirnya akan dilaksanakan pemetaan untuk tujuan pengembangan keprofesian kedepannya, baik itu untuk guru, Kamad dan pengawas," ungkap Rahmawati Puji.
Ia pun berharap, para peserta dapat mengikuti dengan baik kegiatan AKGTK yang berlangsung di Madrasah Aliyah Jeneponto.
"Harapan kita, semoga kegiatan selama 2 hari ini berjalan lancar dan sukses sesuai harapan sehingga akan mendapatkan data yabg valid, obyektif untuk pengambilan kebijakan pemerintah kedepannya," terangnya.
Rahmawati Puji menambahkan, sebelum uji kompetensi berlangsung, AKGTK telah melalui proses uji coba dan bimbingan teknis.
"Uji coba ini memastikan sistem berjalan dengan baik, data yang disajikan komprehensif, dan mudah diakses pengguna (user friendly)," tutup Rahmawati Puji.










