Kedatangan Puan Maharani di Tapanuli Tuai Dukungan Menjadi Capres 2024

Kedatangan Puan Maharani di Tapanuli Tuai Dukungan Menjadi Capres 2024

Rika Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kedatangan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) di Tapanuli Utara (Taput) disambut hangat oleh sekitar 2.000 kader disana. Bahkan Bupati Taput yang juga Ketua DPC PDIP memimpin yel-yel 'Puan Presiden'.

Kehadirannya di Kantor DPC Tapanuli Utara pada Kamis 1 September 2022 untuk mengajak kader PDIP agar semangat berjuang menang kembali di Pemilu 2024 mendatang. Selain itu, Puan mengatakan kehadirannya merupakan tugas dari Ketum Megawati Soekarnoputri.

"Maka itu sekarang saya datang ke Tapanuli Utara. Saya mendarat di bandara Silangit seperti Presiden Soekarno dulu mendarat di situ sekitar tahun 1950-an," ujar Puan.

Kemudian Puan meminta kader partai untuk tidak melupakan sejarah, sesuai dengan jargon 'Jas Merah' yakni Jangan sekali0kali meninggalkan sejarah.

"Sekarang PDI Perjuangan di Tapanuli Utara harus menggelorakan semangat Bung Karno itu. Ingatkan masyarakat Tapanuli Utara bahwa PDI Perjuangan adalah anak-anak ideologis Bung Karno, penerus perjuangan Bung Karno yang cinta dengan Tapanuli Utara," jelas Puan.

Dalam kesempatan ini, Puan meminta segenap kader memahami rekomendasi dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Salah satu rekomendasi tersebut adalah membahas capres dan cawapres 2024.

Menurut Puan, Rakernas II PDIP menegaskan penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDIP pada Pemilu 2024 harus berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi Partai yang merupakan hak prerogatif Ketum PDIP.

"Saya meminta agar segenap Kader PDI Perjuangan di Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Tapanuli Utara untuk benar-benar mempelajari rekomendasi yang disampaikan di Rakernas kita beberapa waktu lalu," kata Puan.

"Jangan terpengaruh ini elektabilitas tinggi, ini elektabilitas rendah. InsyaAllah PDI Perjuangan akan punya calon presiden yang menang pilpres 2024," lanjutnya.

Selanjutnya Puan menegakan tidak ada larangan perempuan untuk menjadi presiden. Ia mengingatkan konstitusi tidak menyebut presiden harus laki-laki atau perempuan.

"Yang ada WNI yang dicalonkan oleh parpol atau gabungan parpol. Dulu kita punya presiden perempuan, menko perempuan, sekarang ketua DPR perempuan," pungkasnya.

Kemudian Puan mengaku kehadirannya di Taput disambut kelompok yang menamakan diri Lampu (Relawan Puan). Diketahui Lampu ini meneriakkan 'Puan Presiden' dan bahkan Puan ditaburi beras dan didoakan agar bisa menjadi Presiden.

Kemudian kedatangannya di Tapanuli Raya (Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Humbang Hasundutan) juga disambut hangat. Termasuk saat melakukan penanaman bibit pohon di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, ia disambut kelompok relawan bernama PUMA (Puan Maharani).

Selain itu, ia pun mendapat dukungan ketika menabur benih ikan di Danau Toba dan saat menyapa masyarakat sambil menanam cabai di Humbang Hasundutan.

"Kami masyarakat Humbang Hasundutan mengucapkan terima kasih kepada namboru kami. Kami mendukung ibu Puan maju sebagai capres di Pemilu 2024," ujar seorang warga bernama Landria Aritonang.

(Sumber: Detiknews)