Terkini.id, Jakarta - Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dianggap pelanggaran HAM oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua (PAP), Jan Christian Arebo.
Ia menilai bahwa penembakan oleh KKB di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Papua, yang menewaskan delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika merupakan pelanggaran HAM.
Selain itu, ia juga mengaku bahwa sebenarnya Papua baik-baik saja dengan kebijakan Pemerintah sehingga dirinya ingin terus menjaga Papua agar tetap menjadi bagian dari NKRI, tak seperti KKB yang justru menginginkan sebaliknya.
"Penembakan yang dilakukan KKB ini sudah dikategorikan sebagai pelanggaran HAM," ujarnya, dikutip terkini.id dari Republika pada Kamis, 31 Maret 2022.
Menurutnya, sejatinya warga Papua tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur. Masyarakat di Bumi Cenderawasih juga tidak anti terhadap pendatang atau anti-investasi.
Pembangunan oleh pemerintah, lanjut dia, tetap harus jalan untuk mewujudkan rasa keadilan sosial rakyat Indonesia.
Proyek yang sedang berjalan adalah penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua, baik Trans Papua maupun jaringan telekomunikasi.
Ia menduga ada aktor atau oknum tertentu yang menginginkan Papua tidak kondusif yang kemudian menyebarkan berita-berita melalui media sosial, seolah-olah Papua tidak kondusif dan selanjutnya dimainkan.
"Sebagai generasi Papua yang punya semangat kebangsaan dan cinta NKRI," tegasnya.
"Saya akan terus menjadi garda terdepan untuk menjaga Papua dalam bingkai NKRI!"










