Kasus Mosi Tak Percaya Terhadap Ketua RT di Makassar: Arogansi, Ancaman, dan Persekongkolan?

Kasus Mosi Tak Percaya Terhadap Ketua RT di Makassar: Arogansi, Ancaman, dan Persekongkolan?

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar – Ketua RT 01, RW 02, Kelurahan Karuwisi Utara, Kota Makassar, Suriana diminta berhenti dari jabatannya lantaran dinilai arogan, suka mengancam, dan mengedapankan emosi, serta kurang pengertian.

Surat mosi tidak percaya itu diinisiasi oleh iparnya sendiri, Abdul Rajab alias Sulli, lalu diedarkan kepada warga untuk dimintai tanda tangan. Permasalahan tersebut ditengarai bermula dari masalah keluarga.

Warkat tersebut dibuat pada 1 Mei 2024 lalu dan diteken 41 warga setempat. Suriana belakangan baru tahu ada ‘surat kaleng’ tersebut yang beredar.

Kasus Mosi Tak Percaya Terhadap Ketua RT di Makassar: Arogansi, Ancaman, dan Persekongkolan?

Ia pun meminta konfirmasi langsung ke Lurah Karuwisi terkait isi surat tersebut. Ia juga meminta dipanggil dan dimediasi secara langsung. Hanya saja, lurah setempat, Ade Reyhan, kata Suriana, menenangkan dirinya

“Jangan maki lihat isi suratnya. Tidak apa-apaji ini,” ujar Suriana menirukan perkataan Ade, Senin, 3 Juni 2024 saat dimintai konfirmasi dari Terkini.

Ia juga menghubungi RW setempat lantaran ada pertemuan dengan LPM dan warga setempat, dan iparnya sendiri, namun tak melibatkan Suriana. Ia menyebut ada semacam persekongkolan untuk mengganti dirinya secara diam-diam.

Suriana juga menghubungi Binmas agar mendapat jalan keluar dari permasalahan tersebut. Ia lantas diarahkan melapor ke Polsek. Kapolsek lalu mengarahkan untuk bertemu dengan pimpinan Binmas.

Awal Mula Kasus

Permasalahan tersebut ditengarai masalah keluarga antara Suriana dengan sepupunya yang baru-baru meninggal. Ia tinggal bersebelahan rumah dengan satu tembok. Anak dari sepupunya datang ke Suriana minta surat pengantar untuk warisan. Suriana lantas menolak lantaran harus dibicarakan terlebih dulu dengan keluarga.

“Saya tidak mau kasih surat pengantar Nak, karena ada masalahku dengan mamamu belum selesai. Ini uangku Rp175 juta belum dikasih uang pembayaran tower,” ucapnya.