Perubahan Starting XI yang Kontroversial
Salah satu kritik terbesar terhadap keputusan Shin Tae-yong adalah perubahan komposisi pemain di starting XI. Dalam pertandingan sebelumnya melawan Bahrain, Indonesia bermain imbang 2-2 dengan performa yang cukup solid. Namun, entah mengapa, Shin memutuskan untuk merombak susunan pemain tersebut ketika melawan China.
Pergantian pemain yang dilakukan juga terbilang terlambat. Indonesia baru mulai memberikan tekanan serius ketika Pratama Arhan dimasukkan di menit ke-85.
Tidak lama setelah itu, Thom Haye berhasil mencetak gol balasan di menit ke-86, memanfaatkan senjata andalan Arhan berupa lemparan jauh.
Sayangnya, waktu yang tersisa terlalu singkat bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Perubahan starting XI yang mendadak dan pergantian pemain yang lambat diyakini turut berperan dalam hasil akhir pertandingan.
Kurangnya Kreativitas di Lini Tengah
Sepanjang pertandingan, Indonesia tampak kesulitan dalam membangun serangan yang terorganisir dari lini tengah. Meski memiliki gelandang berbakat seperti Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On, kreativitas serangan nyaris tidak terlihat.
Serangan-serangan Indonesia sering kali mentok di sepertiga akhir lapangan, dan hanya sedikit peluang yang benar-benar mengancam gawang China.
Ketidakmampuan lini tengah untuk mengontrol permainan dan menciptakan peluang berarti mengakibatkan serangan Indonesia terputus sebelum mencapai gawang lawan.
Ini menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diperbaiki oleh Shin Tae-yong jika ingin meraih hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya.










