Terkini.id, Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menanggapi berita disalah satu media yang memberitakan PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg alias elpiji non subsidi jenis Bright Gas yang mana kenaikannya mulai berlaku pada hari Minggu, 10 Juli 2022.
Cipta Panca menanggapi berita kenaikan harga elpiji tersebut dengan menuliskan padahal baru naik, semua serba meroket.
Seperti diketahui sebelumnya pada 27 Februari 2022 yang lalu, harga gas elpiji atau LPG (liquified petroleum gas) ukuran 5,5 kg dan 12 kg alias gas elpiji non subsidi juga naik, sedangkan harga gas elpiji 3 kg masih tetap karena mendapat subsidi pemerintah.
Politisi Partai Demokrat itu juga memposting status dari akun Twitter media tirtoid @TirtoID yang menuliskan "Pertamina menaikkan harga elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg alias elpiji nonsubsidi jenis Bright Gas. Kenaikan mulai berlaku pada Minggu (10/7/2022) kemarin." disertai link berita mengenai kenaikan harga elpiji tersebut.

Hal ini ia sampaikan di akun media sosial Twitternya @panca66 sebagaimana terlihat pada hari Senin, 11 Juli 2022.
"Padahal baru naik. Semua serba meroket!," tulis Cipta Panca Laksana.

Dilansir dari Tirto.id dengan judul berita 'Harga Terbaru Elpiji Non Subsidi, Paling Mahal di Maluku Rp270 Ribu' yang terbit 11 Juli 2022,
PT Pertamina kembali menaikkan harga elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg alias elpiji nonsubsidi jenis Bright Gas. Kenaikan mulai berlaku pada Minggu (10/7/2022) kemarin. Sementara itu, harga elpiji 3 kg masih tetap karena mendapat subsidi pemerintah.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan kenaikan harga ini karena mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Saat ini harga minyak ICP per Juni sudah menyentuh angka 117,62 dolar AS per barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Sedangkan untuk LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada Juli ini mencapai 725 dolar AS per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.
"Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia," ujarnya di Jakarta, Senin (11/7/2022).
Kenaikan harga LPG non subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per kilogram, sehingga untuk rata-rata harga terbaru untuk gas LPG 5,5kg berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp120rb. Kemudian untuk gas LPG 12kg di harga Rp220 ribu hingga Rp230 ribu.
Dia menambahkan seluruh Penyesuaian harga di angka sekitar Rp2.000 baik per liter untuk BBM dan per kilogram untuk LPG.Harga ini diklaim masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara.
"Untuk yang subsidi, pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya,” jelas dia.










