Jusuf Kalla Diusulkan Jadi Calon Ketum PBNU, NU: Lebih Baik Jadi Ketua Demokrat

Jusuf Kalla Diusulkan Jadi Calon Ketum PBNU, NU: Lebih Baik Jadi Ketua Demokrat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) DKI Jakarta, KH Taufik Damas menanggapi pernyataan Partai Demokrat yang mengusulkan Jusuf Kalla alias JK menjadi calon Ketum PBNU.

Terkait usulan tersebut, tokoh NU itu pun mengusulkan agar Jusuf Kalla lebih baik menjadi Ketua Umum Partai Demokrat saja dan bukannya menjadi Ketum PBNU.

Menurut Taufik Damas lewat cuitannya di Twitter, Senin 15 November 2021, dengan reputasi dan prestasi Jusuf Kalla yang begitu hebat maka pihaknya lebih setuju JK menjadi ketua umum Partai Demokrat.

"Dengan berbagai reputasi dan prestasi yang hebat, saya lebih setuju pak JK jadi Ketum Partai Demokrat," cuit KH Taufik Damas.

Dalam kicauannya itu, Taufik Damas juga menyertakan sebuah foto tangkapan layar artikel pemberitaan berjudul 'Jusuf Kalla Diusulkan Ikut Jadi Calon Ketum PBNU Lawan Said Aqil'.

Diwartakan sebelumnya, Partai Demokrat ikut angkat bicara soal calon Ketum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

Partai Demokrat menilai, sosok Jusuf Kalla cocok dan layak memimpin ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Hal itu disampaikan petinggi Partai Demokrat, Syahrial Nasution. Menurutnya, Jusuf Kalla dapat membesarkan NU lantaran mantan Wapres RI ke-10 dan ke-12 itu memiliki segudang pengalaman dalam memimpin organisasi.

Selain itu, kata Syahrial, pihaknya juga menilai JK merupakan tokoh Indonesia Timur dan juga tokoh NU.

Maka dari itu, Partai Demokrat mengusulkan Jusuf Kalla menjadi menjadi calon Ketum PBNU pengganti KH Said Aqil Siradj di Muktamar NU ke-34 mendatang.

"Saya hanya menilai dari sisi kapasitas dan kapabilitas Pak JK. Mantan Wapres Pak SBY dan Mantan Wapres Pak Jokowi. Tokoh Indonesia Timur dan juga tokoh NU. Paiawai dalam memimpin organisasi," ujarnya.