Jumlah Wisman Naik 77,5 Persen Belum 'Ngefek' ke Sulsel, Hotel Butuh Kegiatan MICE

Jumlah Wisman Naik 77,5 Persen Belum 'Ngefek' ke Sulsel, Hotel Butuh Kegiatan MICE

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - Kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat signifikan di Sulawesi Selatan tidak banyak mempengaruhi tingkat hunian hotel. Hotel-hotel di Makassar dan Sulsel, selama ini dipengaruhi oleh kegiatan MICE atau Meeting, Incentive, Convention & Exhibition.

"Naik 200 persen atau 500 persen (jumlah wisatawan mancanegara), tidak akan berefek signifikan, karena secara jumlah wisatawan, sangat tidak sebanding dengan jumlah kamar yang tersedia," ungkap Ketua PHRI Sulsel, Anggiat lewan pesan tertulis, Minggu 6 Juli 2025.

Anggiat menanggapi berita statistik yang dirilis oleh BPS, terkait kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel yang mencapai 1.468 kunjungan pada Bulan Mei, atau naik signifikan hingga 77,51 persen dibanding bulan April sebesar 827 kunjungan.

Namun, terjadi penutunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Mei 2025 tercatat sebesar 40,99 persen. Angka ini turun hingga 8,34 poin dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 49,33 persen, dan juga turun tipis 0,69 poin dari bulan sebelumnya, April 2025, yang sebesar 41,68 persen.

Menurut Anggiat, keterisian hotel-hotel di Sulsel selama ini lebih banyak ditopang oleh kegiatan MICE pemerintah.

"Jumlah wiswan ke Sulsel pada bulan mei meningkat 77.5 persen dgn jumlah wisman 1.468 dan jika jumlah ini di konversi ke efek okupansi di Bulan Mei, khususnya hanya Makassar, cuma maksimal 0.3 persen," terangnya.

Belum lagi jika jumlah 1.468 wisman bulan Mei itu dihitung sebagai occupancy hotel Se- Sulsel, maka akan lebih kecil lagi.

"Anggap saja semuax tumpah ruah di Makassar yang jumlahnya 1.468, sekali lagi itu hanya beri efek tingkat huni di Makassar 0,3 persen pada bulan Mei lalu," tambahnya lagi.

Meski begitu, peningkatan signifikan kunjungan Wisman itu tetap harus disyukuri, sebagai sebuah pergerakan yang positif.

Diketahui, BPS sebelumnya mencatat TPK hotel bintang terjadi di semua kelas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (y-on-y). Penurunan paling dalam dialami oleh hotel kelas bintang 4 & 5, yang TPK-nya anjlok sebesar 14,28 poin. Sementara itu, TPK hotel non-bintang juga mengalami penurunan menjadi 18,35 persen.

Sejalan dengan penurunan okupansi, rata-rata lama menginap (RLM) tamu di hotel bintang juga menurun. Pada Mei 2025, RLM tercatat 1,32 malam, turun 0,21 poin dari Mei 2024. Tamu asing tercatat menginap lebih lama dengan rata-rata 2,55 malam, sedangkan tamu domestik 1,30 malam.

Kenaikan jumlah wisman pada Mei 2025 didominasi oleh turis berkebangsaan Malaysia sebanyak 857 kunjungan dan Singapura sebanyak 119 kunjungan.

Di sektor pariwisata domestik, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Selatan pada Mei 2025 mencapai 3,38 juta perjalanan, menunjukkan kenaikan 9,49 persen dibandingkan Mei 2024. Kota Makassar menjadi daerah tujuan utama wisnus dengan 918,08 ribu perjalanan.

Namun, data berbeda ditunjukkan pada pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang tercatat melalui bandara ini pada Mei 2025 hanya 3.205 kunjungan. Jumlah ini anjlok 71,44 persen dibandingkan April 2025 dan turun 29,16 persen dibandingkan Mei 2024.