Jokowi Ngeluh Jagung Masih Impor, Susi Pudjiastuti Usul: Bubarkan Departemen Perdagangan!

Jokowi Ngeluh Jagung Masih Impor, Susi Pudjiastuti Usul: Bubarkan Departemen Perdagangan!

Mahipal

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Presiden Jokowi ngeluh karena jagung dan kedelai masih impor, hal tersebut disayangkan Jokowi lantaran sebenarnya Indonesia masih bisa tanam jangung di negara sendiri.

Keluhan Presiden Jokowi itu juga kemudian mendapatkan komentar dari Susi Pudjiastuti, dirinya bahkan menyarankan Presiden Jokowi untuk bubarkan departeman perdagangan.

Mulanya, Presiden Jokowi mengaku bingung dengan Indonesia masih saja melakukan impor jagung dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri.

Padahal lanjut, Jokowi, kebutuhan komoditas seperti Jagung ini tidak terlalu sulit untuk diproduksi atau di tanam sendiri.

"Jagung masih impor, ya tanam jagung. Kenapa? tanam jagung di mana pun juga tumbuh, kenapa masih impor?," keluh Presiden Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Istana Negara, sebagaimana dilansir dari youtube Sekretariat Negara, pada Kamis, 28 April 2022.

Bukan hanya jagung jagung, Presiden Jokowi juga mengeluhkan dengan komoditas kedelai. Padahal, tambah Jokowi, ada banyak lahan di dalam negeri yang bisa digunakan untuk menanam kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe itu.

"Kedelai kita juga masih impor. Padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai, langsung lakukan ini," paparnya.

Kemudian, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menyoroti pernyataan Presiden Jokowi yang kebingungan dengan komoditas jagung masih saja impor. Padahl masih bisa di tanam di sendiri di dalam negeri.

"Pastikan Impor dibatasi,kenakan impor tarif untuk semua produk pertanian impor yangg kita bisa produksi sendiri," ungkap Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter resminya, @susipudjiastuti, dikutip pada Kamis 28 April 2022.

Lebih lanjut, Susi Pudjiastuti juga menyarankan Presiden Jokowi untuk membubarkan Departemen Perdagangan dan pastikan tidak ada kartel.

"Hasil dari pengenaan impor tarif untk membantu pertanian dalam negeri, pastikan tidak ada kartel impor .. salah satunya dengan bubarkan Departemen Perdagangan," kata Susi Pudjiastuti.