Terkini.id, Makassar - Setelah kabar tidak mengenakkan tentang permasalahan finansial Garuda, kabar segar akhirnya berhembus kembali.Istana mengumumkan bahwa Presiden Jokowi lebih pilih naik Garuda ketimbang pesawat kepresidenan BBJ.
Jumat 29 Oktober 2021, Presiden Jokowi, enam menteri dan lima puluh paspampres akan menuju Roma, Italia untuk menghadiri KTT G20 (Kongres Tingkat Tinggi G20) untuk menghadiri serah terima kursi presidensi G20.Pihak Istana Negara mengatakan anggaran jauh lebih efisien jika menggunakan pesawat Garuda.
"Tentunya penggunaan anggaran juga menjadi perhatian kami. Setelah kami hitung jauh lebih hemat dengan turut sertanya para menteri dalam rombongan ini, dibandingkan para menteri ini menggunakan pesawat komersial," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/10/2021).
Ini adalah pertama kalinya Indonesia terpilih sebagai pemegang kursi presidensi G20 sejak G20 terbentuk pada tahun 1999.Selain ke Roma, Presiden dan rombongan juga akan mengunjungi dua negara lainnya yaitu Inggria dan Uni Arab Emirat.
Selain penghematan anggaran, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono juga menjelaskan memilih pesawat Garuda lebih mengefisienkan waktu dan bernilai plus pada protokol kesahatan karena ukuran pesawat yang besar. Sehingga tempat duduk bisa saling berjarak.
Melansir dari kompas.com,penghematan waktu dapat tercapai karena tidak perlu transit. "Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Bila kita menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit," jelas Heru melalui keterangan tertulis.
Ukuran pesawat Boeing 777-300ER juga menguntungkan dalam segi protokol kesehatan. Sebagai perjalanan luar negeri pertama sang presiden selama masa pandemi,sudah sepatutnya protokol kesehatan harus diutamakan.
Badan peswawat Garuda dihias dengan lambang dan tulisan Republik Indonesia selama digunakan oleh Presiden Jokowi.










