Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Pengamat: Sangat Tidak Etis

Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Pengamat: Sangat Tidak Etis

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Bivitri Susanti selaku pengamat hukum tata negara memberikan pendapatnya terkait pidato Presiden Jokowi yang berisi dukungannya terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Diketahui bahwa dalam acara ulang tahun Partai Perindo, Presiden Jokowi menyampaikan dukungannya kepada Prabowo Subianto.

Bivitri Susanti menilai apa yang disampaikan Jokowi akan memberikan kesan bahwa sang presiden mendukung menterinya menjadi Capres tanpa mengundurkan diri.

"Saya kira ini sangat tidak etis. Menurut saya, ini harus kita kritik keras Pak Jokowi," ujar Bivitri Susanti, Rabu 9 November 2022.

Bivitri Susanti juga mengingatkan kembali soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat ini mengizinkan seorang menteri menjadi Capres tanpa harus melepaskan jabatannya.

Oleh karena itu, Bivitri Susanti merasa heran kepada sikap Presiden Jokowi yang seolah-olah tidak memikirkan rakyatnya.

"Warga dibiarkan memilih begitu saja dan warga dibiarkan menonton melihat kelakuan-kelakuan pejabat di bawah Pak Jokowi yang akan punya dua kaki, sebagai menteri juga dan nyapres," katanya.

"[Jokowi] akan sangat-sangat permisif. Dari awal sangat tidak etis,” lanjutnya.

Mendengar pendapat Bivitri Susanti mengenai Presiden Jokowi, Ali Ngabalin selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden berujar apa yang diucapkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah hal yang biasa.

Ali Ngabalin menyatakan bahwa Presiden Jokowi tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan siapa yang akan menjadi Capres 2024.

"Bukan lip service, tetapi hal yang biasa. Pada akhirnya, presiden tidak punya kekuatan juga menentukan siapa jadi capres yang akan datang," tutur Ali Ngabalin.

Sebagai informasi, dalam acara Ulang Tahun Partai Perindo ke-8, Senin 7 November 2022, Presiden Jokowi menceritakan ketika dirinya dan Prabowo Subianto berstatus sebagai Capres.

Kemudian, Presiden Jokowi meminta maaf kepada Prabowo Subianto terkait kekalahan yang dialaminya pada saat itu.

"Kemudian dua kali di pemilu Presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo,” ucap Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi meramalkan Prabowo Subianto akan menjadi pemenang dalam Pemilu 2024.

Presiden Jokowi menambahkan dirinya tidak mempermasalahkan jika ucapannya itu akan dianggap sebagai sinyal oleh pihak tertentu.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," sambungnya.

"Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi kan saya ngomongnya juga ga apa-apalah," pungkasnya.

Sumber: cnnindonesia.com