Jokowi dan Kerumunan NTT Ramai Diperbincangkan, Anggota DPR: Harusnya Jadi Contoh

Jokowi dan Kerumunan NTT Ramai Diperbincangkan, Anggota DPR: Harusnya Jadi Contoh

Sukma A

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Jokowi dan Kerumunan di NTT sedang menjadi topik perbincangan di masyarakat sekarang, pasalnya mengingat kondisi di tengah pandemi, warga di NTT ramai menyambut kedatangan Jokowi.

Jokowi dalam hal ini melakukan kunjungan untuk meninjau lumbung pangan sesuai di daerah tersebut.

Mendengar datangnya kepala negara, warga di Maumere sontak ramai menyambut kedatangan Jokowi hingga membentuk kerumunan.

Dengan terbentuknya kerumunan tersebut, itu sudah merupakan pelanggaran protokol kesehatan yang digembar-gemborkan oleh pemerintah selama ini.

Hal ini pun menjadi bahan pembicaraan orang-orang, banyak yang pro dan kontra terhadap peristiwa ini.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati juga angkat bicara mengenai hal ini. Ia berpendapat sudah sepatutnya pemerintah melakukan evaluasi perihal peristiwa ini.

Kegiata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Sikka, NTT yang menciptakan kerumunan orang pada masa pandemi COVID-19 sudah sepatutnya dibicarakan lagi antar pejabat untuk mengevaluasi dan tidak terjadi lagi.

Mufida juga mengatakan bahwa seorang presiden adalah teladan masyarakat, sudah sepatutnya tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap protokol kesehatan (prokes).

"Seharusnya menjadi bahan evaluasi. Kepala negara harus menjadi contoh bagi rakyat," kata Mufida, Rabu 24 Februari 2021, dikutip dari JPNN.

Selain itu, Mufida juga sudah mengapresiasi perihal Jokowi menjadi contoh yang baik ketika divaksin.

Akan tetapi, menurutnya hal tersebut sudah tercoreng ketika kejadian kerumunan di NTT ini.

Ia berpendapat walaupun sudah divaksin, sudah seharusnya tetap taat pada protokol kesehatan.

"Sudah bagus Pak Presiden menjadi contoh dalam hal vaksinasi. Seharusnya menjadi contoh juga dalam disiplin prokes. Kan, pesan WHO dan pemerintah, walau sudah divaksin, tetap harus disiplin prokes," sindir Mufida.