Jika Jokowi 3 Periode, Amien Rais Pertanyakan Nasib Umat Islam: Berbahaya, Jangan Sampai! Aba-Aba dari Beijing Akan ....

Jika Jokowi 3 Periode, Amien Rais Pertanyakan Nasib Umat Islam: Berbahaya, Jangan Sampai! Aba-Aba dari Beijing Akan ....

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Belum lama ini, politisi senior Amien Rais kembali buka suara soal isu tiga periode Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Ia mengaku khawatir jikalau hal itu sampai terjadi karena dianggap berbahaya hingga bahkan dirinya pun menyinggung kebangkitan komunisme.

Menurutnya, rezim ini dikendalikan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Amien Rais pun merasa yakin bahwa kebangkitan komunisme akan dipandu langsung dari Beijing, China.

Oleh karena itu, ia menilai hal tersebut tentu akan menjadi sangat berbahaya bagi umat Islam di Indonesia.

Mengapa berbahaya? Karena menurut Amien Rais, kekuatan Islam kemungkinan ke depannya bakal 'dipreteli'.

"Kalau Jokowi duet dengan Luhut, misalnya ini, naudzubillah min zalik," tutur Amien Rais, dikutip terkini.id dari Kabarbesuki pada Senin, 4 April 2022.

"Jangan sampai menang lagi tiga periode diberikan kepada Pak Jokowi, kebangkitan komunisme itu merupakan sebuah hal yang pasti ya," sambungnya.

"Tentu aba-aba dari Beijing itu akan dilaksanakan dan ini tentu buat kita, apalagi umat Islam, sesuatu yang amat sangat berbahaya," tuturnya lagi.

"Karena begitu mereka menjadi rezim, katakanlah semi komunis saja pun dengan arahan Xi Jinping, bisa saja kemudian kekuatan Islam dipreteli."

Lebih lanjut, Amien Rais lantas mengaku prihatin dengan gencarnya isu tiga periode yang belakangan ini banyak digaungkan.

"Saya khawatir, kadang-kadang ada pemimpin Islam begitu, seperti gak pernah berpikir, hanya mengelu-elukan Pak Jokowi," ungkapnya.

"Andai kata dia berpikir lagi di periode tiga, seperti apa nasib umat Islam?"

Apalagi menurutnya, belakangan ini para penguasa beragama Islam tidak pernah memikirkan nasib umat Islam dan hanya memuji-muji Presiden Jokowi.