Jelang Pemilu 2019, Bank di Sulsel Edarkan Rp1,6 Triliun Uang Tunai

Jelang Pemilu 2019, Bank di Sulsel Edarkan Rp1,6 Triliun Uang Tunai

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mencatat mobilisasi uang jelang Pemilu 2019 yang cukup besar. Jika melihat angka cashflow uang tunai pada bulan Maret atau sebulan jelang Pemilu 2019, bank-bank di Sulsel mencatat cash outflow (uang keluar) sebesar Rp1,60 triliun satu sebulan. Selama Maret itu juga, BI Sulsel mencatat cash inflow (uang masuk) ke kas bank-bank di Sulsel sebesar Rp1,18 triliun. "Dengan demikian, terjadi net ouflow sebesar Rp 412 miliar," terang Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso saat konferensi pers Senin 6 Mei 2019 lalu. Net outflow sebesar Rp 412 miliar tersebut bisa jadi mengindikasikan besarnya penarikan uang jelang Pemilu. "Kebutuhan dana ini mungkin untuk cetak baliho, ATK, percetakan brosur dan keperluang kampanye lainnya. Tapi kami melihat banyak juga (penarikan uang) untuk keperluang pertanian di daerah-daerah," terang Direktur KPW BI Sulsel Amanlison Sembiring.

Transaksi Uang Tunai Selama Triwulan I 2019

Jelang Pemilu 2019, Bank di Sulsel Edarkan Rp1,6 Triliun Uang TunaiBank Indonesia Sulsel juga mencatat, Jumlah uang kartal yang masuk (cash inflow) selama triwulan I 2019 sebesar Rp.6,49 triliun. Sementara uang kartal yang keluar (cash outflow) sebesar Rp 2,47 triliun. "Net Inflow tersebut dikarenakan tingginya aliran uang yang masuk dari perbankan pada awal tahun atau pasca Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019," terang Amanlison lagi.