Jangan Sampai Terjebak, 5 Ciri-ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Penting untuk Diketahui

Jangan Sampai Terjebak, 5 Ciri-ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Penting untuk Diketahui

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

2. Kreativitas kita seperti sangat dibatasi

Lingkungan kerja yang toxic membatasi kreativitas para pekerja.

Hal ini bukan hanya karena orang-orang tidak menghargai ide-ide baru, namun juga karena kesalahan adalah suatu hal yang haram, bahkan kesalahan sekecil apapun.

Padahal, sangat mustahil bagi manusia untuk tidak pernah melakukan kesalahan.

Dari kesalahan pun, orang bisa belajar banyak, maka seharusnya kesalahan kecil tidak dibesar-besarkan.

3. Biasanya, pasti ada saja orang yang dikucilkan atau jadi bahan gosip

Jika orang yang dikucilkan tersebut memang memiliki kepribadian buruk sehingga orang-orang tidak mau mendekati, maka mungkin lingkungan kerja tersebut tidak toxic.

Namun jika sebaliknya, orang yang dikucilkan adalah orang yang baik atau pintar atau berbeda, maka dapat dipastikan bahwa lingkungan kerja itu tidak sehat.

Dikucilkannya orang karena alasan tidak jelas adalah bentuk buruknya komunikasi di tempat kerja.

Orang-orang mungkin tidak bisa menerima perbedaan, kesalahan kecil, atau bahkan tidak bisa berkompetisi secara sehat sehingga terjadilah pengucilan.

4. Kita sulit mengatakan “tidak”

Di lingkungan kerja yang toxic, mengatakan “tidak” biasanya akan selalu berakhir menjadi masalah, misalnya dikucilkan sehingga pekerjaan menjadi terganggu.

Oleh karena itu, orang yang bekerja di lingkungan toxic sering kali terpaksa harus mengatakan “ya” agar masalah tidak panjang.

Contoh kecilnya saja, saat rekan-rekan kerja kita meminta tolong untuk menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas mereka.

Saat menolak, kita akan dianggap tidak solid. Namun jika mengiyakan, bisa-bisa kita tidak mendapat waktu istirahat sama sekali.

5. Masalah internal antara pekerja sulit selesai

Saat mengalami masalah di tempat kerja, misalnya masalah dengan rekan, maka langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah berkomunikasi secara baik.

Jika tidak selesai juga, pekerja dapat bisa bicara dengan atasan atau HRD.

Namun, jika semua cara sudah ditempuh namun tidak juga ada perubahan, maka bisa jadi lingkungan kerja tersebut adalah lingkungan yang super toxic.

Di lingkungan kerja yang toxic, masalah sulit selesai karena tidak terbangun hubungan kedekatan antara para pekerja.

Akibatnya, masalah apa pun selalu berakhir pertengkaran dan membuat pekerjaan terganggu.