Terkini.id, Jakarta - Baru-baru ini, ramai publik membahas tentang ungkapan Nabi Muhammad yang memperbolehkan salah seorang umatnya yang menipu asalkan tetap menjalankan salat.
Sebelumnya, dalam sebuah dakwah yang dilontarkan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha, ia menceritakan bahwa Nabi telah perbolehkan orang mencuri asalkan selalu menjalankan salat.
Namun, hal tersebut menurutnya hanya untuk orang-orang tertentu saja.
Dijelaskan oleh Gus Baha bahwa Nabi Muhammad SAW telah membagi-bagi tahapan dakwah dalam konsep Islam.
Melansir Mantrasukabumi, Gus Baha menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW pernah ditanya salah seorang manusia.
Orang tersebut menemui Rasulullah karena berniat ingin masuk Islam. "Ya Rasulullah, saya ini mau masuk Islam," ujar orang tersebut.
Namun, orang tersebut mengatakan kepada Rasulullah SAW bahwa dirinya adalah seorang penipu.
"Tapi penyakit dasar saya itu menipu," ucap orang tersebut, diceritakan oleh Gus Baha.
"Apa boleh saya salat, zakat, tapi tetap boleh menipu," tambahnya.
Tak lama, Nabi pun menjawab: "Gak papa, yang penting kamu sholat,".
Atas hal tersebut, Ibnu Abbas melontarkan protes kepada Rasulullah SAW.
"Ya Rasulullah apakah engkau menghalalkan menipu," ucap Ibnu Abbas pada Nabi Muhammad.
Nabi pun mempertegas bahwa menipu atau mencuri itu jelas haram hukumnya.
Namun, Nabi mengatakan bahwa dengan melaksanakan salat, maka lama-kelamaan orang tersebut akan berhenti dengan perbuatannya.
"Nanti jika sering sholat pasti jijik-jijik sendiri dengan menipu," ucap Nabi menjawab Ibnu Abbas, diceritakan oleh Gus Baha.
Atas hal tersebut, Gus Baha menegaskan bahwa Nabi tidak mengharamkan menipu itu bukan hukum yang sebenarnya, tapi hukum tahapan, ini yang paling sulit dalam BAB FIKHUDDA'WAH," ujar Gus Baha.










