Jadi Korban Aksi Brutal Polisi Saat Bubarkan Demo, Jurnalis Jeneponto: Jidat Saya Bengkak

Jadi Korban Aksi Brutal Polisi Saat Bubarkan Demo, Jurnalis Jeneponto: Jidat Saya Bengkak

FD
Syarief
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jeneponto - Tindakan brutal Kepolisian resort (Polres) Jeneponto dalam membubarkan ratusan pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Jeneponto, Senin, 12 Oktober 2020 mengakibatkan seorang Jurnalis, Kaharuddin Kasim, ikut jadi korban.

Kaharuddin Kasim terkena siku oknum anggota Polres Jeneponto di bagian jidatnya hingga mengalami pembengkakan.

"Saya kena siku salah satu oknum polisi yang secara brutal memukul mahasiswa, di atas alis (jidat) saya bengkak kena siku anggota polisi bernama Palinggi, entah apa pangkatnya, tapi dengan jelasnya dari kesatuan Polres Jeneponto," kata Kaharuddin.

Dia pun menyesalkan ulah oknum Polisi yang bertindak refresif saat membubarkan pengunjuk rasa.

"Saya sangat menyayangkan ulah Polisi yang bertindak secara brutal, bahkan, saking membabi butanya sehingga temannya pun sesama polisi dari satuan Reskrim ikut juga dipukuli. Nanti dilepas setelah polisi ini ngaku dari anggota Polres Jeneponto," ungkap Kaharuddin Kasim, Senin, 12 Oktober 2020.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasajilid II penolakan pengesahan Undang-undang (UU) Omnibus Law kembali berlangsung di Kabupaten Jeneponto, Senin, 12 Oktober 2020.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa, aktivis dan pemuda tersebut berlangsung di Taman Turatea, Jalan Sultan Hasanuddin dan di depan kantor DPRD Jeneponto, Jalan Pahlawan, Jeneponto.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 Wita di Taman Turatea kemudian dilanjutkan dengan long march menuju gedung DPRD Jeneponto.

Dari pantauanterkini.id, aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jeneponto dibubarkan secara brutal oleh pihak Kepolisian Resor Jeneponto.

Terlihat sejumlah mahasiswa digiring masuk ke halaman gedung DPRD Jeneponto. Bahkan, tampak sejumlah oknum polisi memukuli pengunjuk rasa yang berada di atas mobil mimbar orasi dengan menggunakan pentungan kayu.

Bukan hanya pengunjuk rasa yang menjadi korban, namun salah seorang Jurnalis juga ikut menjadi korban usai disiku tangan oknum anggota Polres Jeneponto.