Investasi Nikel di Sulawesi Makin Banyak Dilakukan Perusahaan China, Pabrik 50 RIbu Ton Mulai Operasi

Investasi Nikel di Sulawesi Makin Banyak Dilakukan Perusahaan China, Pabrik 50 RIbu Ton Mulai Operasi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Melalui informasi yang belum resmi, salah satu Perusahaan raksasa China, Tsingshan Group, dikabarkan telah memulai produksi smelter nikel berkapasitas 50 ribu ton secara komersial di Morowali, Sulawesi Tengah.

Tsingshan merupakan perusahaan produsen stainless steel yang telah memulai proses investasi ke Sulawesi Tengah sejak 2018 lalu.

Tsingshan tidak memberi informasi terkait proses operasi pabrik tersebut.

Pabrik yang berbasis di Morowali itu, direncanakan memiliki kapasitas akhir tahunan sebesar 50.000 ton.

Tsingshan tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters melalui panggilan telepon atau email.

Padahal, pabrik tersebut disebutkan sudah mulai membuat pelat nikel, menurut sumber itu. Belum jelas berapa kapasitasnya saat ini dan kapan kapasitas pabrik sebesar 50.000 ton tercapai.

Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Tsingshan berencana untuk mengajukan permohonan agar nikel yang diproduksi di pabrik Morowali terdaftar sebagai merek pengiriman (delivery brand) di London Metal Exchange (LME), yang membutuhkan produksi stabil paling tidak dalam tiga bulan.

Sebuah anak perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt Co juga disebutkan menerima persetujuan atas produksi nikelnya di pabrik berkapasitas 36.600 ton di Provinsi Zhejiang untuk didaftarkan sebagai merek pengiriman di LME.

Jingmen Gem Co, unit dari GEM Co, juga mendaftarkan nikelnya di LME dari pabriknya yang berkapasitas 10.000 ton di Provinsi Hubei.

Lebih banyak produsen China diperkirakan akan mengajukan merek nikel mereka untuk dicatatkan di LME, terutama setelah LME memangkas waktu tunggu pencatatan sebagai bagian dari programnya untuk menghidupkan kembali volume perdagangan nikel setelah krisis 2022.

Volume merosot setelah harga nikel LME naik dua kali lipat hanya dalam beberapa jam dalam perdagangan yang kacau pada 8 Maret 2022, mendorong LME untuk menangguhkan pasar nikelnya untuk pertama kalinya sejak 1988 dan membatalkan semua perdagangan nikel pada hari itu.