Ini Syarat yang Harus Dilakukan Ibu Menyusui Sebelum Vaksinasi Covid

Ini Syarat yang Harus Dilakukan Ibu Menyusui Sebelum Vaksinasi Covid

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ini syarat yang harus dilakukan ibu menyusui sebelum vaksinasi covid. Seperti diketahui, vaksinasi virus corona alias Covid-19 bagi ibu menyusui sudah dinyatakan aman melalui surat edaran (SE) Kemenkes No HK.02.02/11/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Pasalnya, secara biologis dan klinis vaksinasi tidak menimbulkan risiko bagi bayi dan anak yang menyusu air susu ibu (ASI), serta bayi dan anak yang menerima ASI perah.

Justru, seperti disebutkan para pakar kesehatan, antibodi yang dimiliki ibu setelah vaksinasi dapat memproteksi bayi melalui ASI.

Sebelum divaksin, ibu menyusui direkomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dulu, khususnya terkait kondisi kesehatan dengan para dokter atau tenaga kesehatan. Ini agar mereka berada dalam kondisi fit untuk menerima vaksin.

Selain itu, ibu menyusui juga harus melakukan skrining awal sebelum menerima vaksin Covid-19.

Selanjutnya, setelah menerima penyuntikan vaksin mereka juga diklaim tetap aman untuk menyusui. Pasalnya, dengan menyusui dan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) bisa mengurangi risiko kematian bayi secara signifikan. Hal itu memiliki manfaat yang lebih besar dibanding potensi risiko penularan Covid-19.

Berikut syarat ibu menyusui boleh divaksin dirangkum dari akun Instagram resmi Lawan Covid19 via kontan.co.id, Jumat 13 Agustus 2021:

Di antaranya, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celsius. Tidak demam atau batuk selama tujuh hari terakhir. Tidak kontak dengan pengidap Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir. Tekanan darah di bawah 180/110 mmHg. Kemudian, memenuhi syarat sesuai skrining riwayat kesehatan.

Sementara itu, jika ibu menyusui positif Covid-19 maka tetap dapat memberikan ASI dengan mempertahankan protokol kesehatan (prokes). Perlu diketahui, Covid-19 tidak terdeteksi di dalam ASI ibu yang terkonfirmasi positif. Selain itu, bayi juga memiliki risiko rendah dari infeksi Covid-19.