Terkini.id, Jakarta - Ini alasan masker N95 dan KN95 diklaim tawarkan perlindungan terbaik pada varian delta. Merebaknya penularan virus corona varian Delta, menjadi perhatian pemangku kesehatan dunia dan berbagai stakeholder pemerintah terkait.
Belum lama ini, seorang mantan komisaris Food and Drug Administration Amerika Serikat (AS), memberikan saran tentang jenis masker yang menawarkan perlindungan paling besar terhadap varian Delta Covid-19.
Dilansir dari Independent via kontan.id, Kamis 29 Juli 2021, Dr Scott Gottlieb mengatakan kepada CBS's Face The Nation pada Minggu 25 Juli 2021, terlepas dari prevalensi varian Delta saat ini di AS, karakteristik virus belum berubah.
“Hal pertama yang saya akan imbau warga Amerika lakukan adalah mendapatkan vaksinasi,” tegasnya kepada pembawa acara program John Dickerson.
Gottlieb menambahkan, tentu saja siapapun yang keluar dan divaksinasi sekarang akan memiliki vaksin yang melindungi mereka selama musim gugur dan musim dingin, jadi mereka akan memiliki perlindungan yang luas dan tahan lama.
Menurutnya, masker masih bisa membantu mereka yang ingin menambahkan tindakan perlindungan tambahan, misalnya di lingkungan dengan prevalensi tinggi.
“Kualitas masker itu penting. Jadi jika Anda bisa mendapatkan masker KN95 atau N95, itu akan memberi Anda lebih banyak perlindungan,” imbuh Gottlieb.
Baik N95 dan KN95 memiliki kapasitas filtrasi tinggi, menangkap 95 persen partikel kecil dan pas, sehingga dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada masker kain dan masker bedah.
Gottlieb menjelaskan, masker N95 sekarang sudah tersedia.
“Mulanya nya pada awal epidemi ini, kami mendorong orang untuk tidak menggunakan masker N95 karena masker tersebut tidak cukup untuk petugas medis. Sekarang maskernya banyak. Ada banyak masker N95 di sistem (penjualan),” katanya.
Seperti diketahui, varian Delta muncul di India pada akhir 2020 dan sejak itu telah terdeteksi pada lebih 60 negara. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), saat ini varian Delta menyumbang 80 persen dari semua infeksi Covid-19 di Amerika Serikat.










