Terkini.id, Jakarta - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando mengingatkan kembali kepada publik soal pemimpin seiman. Hal itu ia sampaikan menjelang Pilpres 2024 mendatang.
Ade Armando lewat videonya yang tayang di kanal Youtube CokroTV sperti dilihat pada Selasa 6 April 2021, awalnya menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia harus bersiap mencari pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran masa jabatannya bakal berakhir dalam waktu tiga tahun mendatang.
"Kita sebagai bangsa harus mencari pemimpin dalam waktu tiga tahun lagi," ujar Ade Armando.
Ia pun menilai, di masa Jokowi menjabat presiden rakyat Indonesia mengaku puas dengan gaya kepemimpinannya.
"Jokowi sudah memimpin bangsa ini dengan mengagumkan, suveri SMRC misalnya mengungkapkan bahwa 77 persen warga menyatakan puas dengan kinerja Jokowi. Angka ini adalah angka yang tinggi, bahkan tertinggi sejak awal kepemimpinannya di tahun 2019," tuturnya.
Maka dari itu, dosen Ilmu Komunikasi UI ini mengajak agar masyarakat Indonesia mulai sekarang bersiap untuk mencari pemimpin yang berkualitas yang nantinya akan menggantikan posisi Jokowi.
Menurut Ade, kalau sosok yang terpilih tepat bukan tidak mungkin segala kemajuan yang sudah dicapai saat ini bakal terus dipertahankan bahkan dikembangkan.
"Kalau kita memang bahagia dengan kondisi Indonesia saat ini, kita memilih pemimpin yang berkualitas serupa agar semua kemajuan yang telah tercapai dapat dipertahankan bahkan dikembangkan," ungkapnya.
Mengutip Suara.com, Ade Armando dalam tayangan videonya itu juga mengingatkan kembali kepada rakyat Indonesia agar serius dalam mencari pemimpin bangsa dengan bersikap tidak acuh.
Ia pun mencontohkan apa yang terjadi pada DKI Jakarta, di mana mayoritas warganya memilih gubernur seiman namun tidak becus dalam bekerja.
"Kalau kita hidup santai, tidak peduli, cuek, jangan salahkan kalau Indonesia nantinya akan terjerembab, DKI Jakarta adalah contoh terbaik. Segenap pencapaian gubernur terdahulu, terutama Jokowi dan Ahok hancur berantakan gara-gara 56 persen warga Jakarta memilih gubernur seiman yang sama sekali enggak becus kerjanya," kata Ade.
Oleh karenanya, pegiat media sosial ini mengajak masyarakat agar tidak mengulangi kesalahan bodoh yang sama terkait memilih pemimpin seiman tersebut.
"Bangsa Indonesia tidak boleh mengulang kesalahan bodoh yang sama, sejak sekarang kita juga harus menilai kualitas calon-calon pemimpin yang nanti akan bertarung. Waktu tiga tahun adalah waktu yang cukup lama kalau kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan proses penilaian," ujarnya.










