Terkini.id, Jakarta - Imbas terjadinya Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memberi dampak pada perlambatan ekonomi Indonesia yang banyak ditopang oleh sektor konsumsi. Melemahnya daya beli masyarakat menyebabkan terjadi deflasi pada bulan Juli hingga Agustus 2020.
Kondisi ini membuat masyarakat cenderung lebih suka menyimpan uangnya di Lembaga-lembaga keuangan.
Dari riset yang dilakukan Lifepal.co.id menemukan fakta bahwa jumlah simpanan masyarakat di bank umum mengalami peningkatan di atas rata-rata tepat di bulan Maret 2020, ketika masuknya pandemi Covid-19 ke Indonesia. Kenaikan jumlah simpanan di atas rata-rata terjadi juga pada bulan Agustus 2020, ketika Indonesia dibayang-bayangi ancaman resesi ekonomi.
Dalam ilmu ekonomi, deflasi adalah keadaan yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa dalam kurun waktu yang relatif singkat. Penurunan harga suatu barang atau jasa berimbas pada sektor lain seperti menurunnya upah pekerja. Secara teknis, suatu keadaan dikatakan deflasi jika tingkat inflasi turun di bawah 0%.
Sementara itu, berkebalikan dengan deflasi, inflasi adalah suatu proses yang meningkatkan harga harga secara umum berkaitan dengan mekanisme pasar yang disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang yang mengakibatkan kenaikan harga secara umum.

Pandemi Covid-19 yang membuat Indonesia mengalami pembatasan sosial berskala besar tentu memberi dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi yang ada di negara kita. Masyarakat menjadi cenderung lebih menahan untuk melakukan konsumsi dan melakukan tindakan menabung.
Di masa pandemi ini, ketika ekonomi Indonesia masih lesu, yang ditandainya dengan minus nya pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal II 2020, inflasi bukanlah ancaman yang harus ditakuti, namun deflasi-lah yang harus kita soroti.
Resesi adalah suatu keadaan yang tidak terpisahkan dari deflasi. Umumnya, ketika ekonomi mengalami resesi atau depresi yang parah, perekonomian juga akan turut melambat karena permintaan atas konsumsi dan investasi yang anjlok.










