Terkini, Makassar -- Penulis dan seniman, Ibe S. Palogai, resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Hidup Tetap Berjalan dan Kita telah Lupa Alasannya” bersama penerbit Gramedia Pustaka Utama. Bersamaan dengan peluncuran buku, Ibe juga menggelar pameran puisi yang mengangkat tema serupa.
Acara ini diadakan dari tanggal 30 Agustus hingga 8 September 2024 yang bertempat di Rumata’ Art Space jalan Bontonompo No. 12A, Makassar.
Buku puisi “Hidup Tetap Berjalan dan Kita telah Lupa Alasannya” merupakan sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan hidup manusia. Ada masa ketika puisi-puisi ini ingin membicarakan tentang kebutuhan manusia atas validasi dan pada waktu yang sama mengalami perundungan secara emosional.
Pada kesempatan yang lain, puisi-puisi ini ingin ditulis sebagai jalan kecil ketika manusia perlahan-lahan kehilangan kepolosan masa remaja dan mulai membangun dua bentuk kehidupan: kehidupan yang akan dijalani dan kehidupan yang akan selamanya dipertanyakan. Pada kesempatan yang berbeda, sejumlah puisi ingin ditulis dengan bersenang-senang pada kompleksitas manusia yang indah, rapuh, dan apa adanya.
Dalam pamerannya, Ibe menghadirkan karya-karya instalasi yang menginterpretasikan puisi-puisi dalam bukunya. Itu menjadi alasan mengapa Ibe menyebut itu sebagai pameran puisi. Pengunjung diajak untuk berinteraksi dengan karya-karya tersebut dan menemukan makna pribadi masing-masing.
“Saya berharap sesuatu yang juga diharapkan oleh hampir semua makhluk hidup, bahwa entah bagaimana kita menjadi bagian dari sesuatu yang lebih lapang dari diri sendiri, di mana saya memainkan peran, peran nyata yang entah bagaimana dapat membuat kualitas hidup kita menjadi lebih baik.” ujar Ibe.
“Dalam kesibukan sehari-hari, kita dibuat mudah untuk lupa akan hal-hal kecil yang sebenarnya penting.”
Saat ditanya tentang hubungan puisi dan kehidupan sehari-harinya, Ibe menjawab bahwa “Ketika kita berbicara tentang hidup, panjang atau pendek, singkat dan tragis atau abadi di luar pemahaman, kita memaksakan sebuah kesinambungan pada hidup kita, dan kesinambungan itu adalah sebuah kebohongan.”
Lebih jauh lagi, Ibe mengatakan dunia adalah arsip dan sains bergantung pada puisi, bahwa semua deskripsi ilmiah bersifat metaforis.
Acara peluncuran buku mengundang Saleh Hariwibowo – Kapal Udara dan kurator pamerannya, Aziziah Diah Aprilya sebagai penanggap karya. Untuk acara pamerannya berkolaborasi dengan seniman dan pengarsip, Adin Amiruddin, Jasmin Ansar, Erika Rachma Aprilia, dan Hirah Sanada.
Sementara yang menjadi tim produksi dan art handler adalah Ade Cakra Irawan, Irfan Marhaban, Arfan Rahman, Bilal Raviadi, Tri Kartini Putri, Maya Yahya, Diva Chairunnisa, dan Muhammad Mifta.










