IAS Kandidat Pertama yang Silaturahmi ke Masamba, Referensi Kuat DPD Lutra untuk Musda Golkar

IAS Kandidat Pertama yang Silaturahmi ke Masamba, Referensi Kuat DPD Lutra untuk Musda Golkar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

IAS sendiri dalam silaturahmi itu menekankan pentingnya kolaborasi dan konsolidasi menatap pileg 2029.

"Kalau kita tidak berkolaborasi, bagaimana DPD II akan mempersiapkan orang-orang yang betul-betul punya kapasitas, punya jaringan, dan basis. Jangan lagi kita mau egois soal caleg. Yang kita butuh adalah perolehan suara yang menempatkan kader-kader kita," jelas IAS yang menggarisbawahi pentingnya sistem rekrutmen yang bagus.

IAS menjelaskan, tahun 2026, konsolidasi partai idealnua sudah harus tuntas sampai di tingkat kelurahan. Lalu, Tahun 2027, membuka ruang seluas-luasnya bagi fungsionaris untuk berinteraksi dengan penjabaran program dari pusat melalui DPD I dan DPD II.

"Kita mesti berinteraksi dengan masyarakat agar ketika kita melakukan potret atau survei itu bisa terbaca," ujarnya.

Mantan wali kota dua periode Makassar itu menjelaskan, dirinya selalu menggunakan pendekatan ilmiah dalam hal ini survei.

"Saya 95 persen selalu berbasis pada data. Kita tidak boleh lagi mengedepankan pendekatan struktural, emosional, pendekatan kekeluargaan, dan pendekatan pragmatis. Karena ada juga satu dua daerah yang menempatkan kader-kadernya berdasarkan pendekatan pragmatis. Begitu dia mau dimasukkan jadi caleg, dia bayar. Tapi begitu mau bertempur, sudah tidak ada lagi pelurunya karena sudah habis duluan," jelasnya.

"Nah, bagaimana mungkin, misalnya jika kami yang ada di tingkat DPD I mau melakukan injeksi, mau memberikan bantuan kalau merasa buat apa dibantu kalau sudah dirasa tidak akan terpilih. Tapi kalau didahului melakukan potret yang bagus, kami kasih tahu, kalau kau mau sukses nah ini nih datanya DPD I yang bisa teman-teman rekrut begini, dapil 1, dapil 2, ini orang-orangnya," lanjutnya.

IAS berharap yang bisa duduk di legislatif kelak adalah kader yang punya kontribusi, memiliki kapasitas dan elektoral, serta punya penerimaan publik yang bagus. Makanya, setiap kader harus bekerja dengan turun ke akar rumput.

"Kami yakin bahwa kekuatan pragmatis bisa dikalahkan oleh kekuatan silaturahmi walaupun dalam dinamika politik sekarang orang sering mengatakan tidak ada yang gratis bos. Tetapi persoalannya, pragmatis mungkin butuh nominal tinggi, sedangkan silaturahmi bisa dengan nominal sentuhan lebih rendah," katanya.

Menurut IAS, silaturahmi punya efek yang sangat luar biasa. "Apalagi kalau kita pakai pendekatan kultur budaya. Kita orang Sulsel saya kira sangat kuat dalam pendekatan silaturahmi untuk memperkuat ikatan emosional kita. Dan itu kita harus lakukan mulai sekarang. Itu tantangan untuk 2029 kalau kita ingin jadi pemenang," tandasnya.