Terkini, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 2 April 2026 berpotensi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas sirkulasi siklonik yang terbentuk di beberapa wilayah perairan Indonesia serta adanya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah Laut Natuna yang memicu terbentuknya daerah perlambatan angin atau konvergensi serta daerah pertemuan angin atau konfluensi, terutama di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya.
“Sirkulasi siklonik ini menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar pihak BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, BMKG juga memantau potensi terbentuknya sirkulasi siklonik lainnya di Samudra Hindia bagian barat Sumatera dalam 48 hingga 72 jam ke depan.
Sistem atmosfer tersebut berpotensi memperkuat pembentukan daerah pertemuan angin di wilayah Sumatera bagian tengah hingga Aceh.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer tersebut diperkuat dengan terbentuknya daerah konvergensi yang memanjang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Sementara itu, daerah konfluensi juga terpantau di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang semakin meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Menurut BMKG, kombinasi berbagai faktor atmosfer tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.










