Terkini.id, Madinah - Sebanyak 111 hotel di kota Madinah Al Munawarah mulai dipenuhi jemaah haji Indonesia. Hotel tersebut tersebar di lima sektor di wilayah markaziyah.
"Hingga Selasa 9 Juli ini sudah ada lebih dari 22 ribu jemaah sudah masuk ke Madinah. Sebagian besar hotel sudah dipenuhi jamaah calhaj," kata Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja Madinah, Ihsan Faisal di Kantor Urusan Haji (KUH) Madinah, Selasa 9 Juli 2019.
Ihsan mengatakan, jemaah calhaj gelombang pertama akan berada di Madinah selama 8 hari untuk melaksanakan Arbain atau shalat 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi.
Ia mengimbau kepada jemaah haji, sebelum beranjak ke Masjid Nabawi, sebaiknya mengingat dengan baik nama hotel dan catat alamatnya.
Kalau lupa jalan pulang ke hotel, bisa menghubungi petugas haji yang berada di lokasi terdekat.
"Setiap jemaah dibekali gelang yang mencantumkan nama dan nomor paspor serta bendera Indonesia. Jangan sampai gelang dilepas karena akan memudahkan petugas membantu jemaah di jalan," ujar Ihsan.
Ihsan menambahkan bahwa mulai 14 Juli mendatang, para calhaj yang ada di Madinah akan didorong secara perlahan ke Makkah untuk melaksanakan wukuf.
"Setelah wukuf, gantian para jamaah haji gelombang dua yang tiba lewat Jeddah akan bergerak ke Madinah," pungkasnya seperti dilansir dari laman kemenag.
18 Dirawat di KKHI
Sementara itu Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Amsyar Akil mengatakan bahwa hingga hari ketiga, Senin 08 Juli 2019, Waktu Arab Saudi, sudah menerima 18 pasien.
"Sampai tadi malam kami sudah menerima 18 pasien," kata Direktur KKHI Amsyar Akil di Madinah, Selasa 09 Juli 2019.
Tiga dari 18 pasien tersebut sudah kembali pulang ke rombongan masing-masing. Sementara pasien yang harus rawat inap ada 9 pasien, yakni dua pria 4 wanita dan pasien psikiatri 3 orang.
Sedangkan yang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi ada empat pasien.
Amsyar menyebutkan bahwa rata-rata keluhan pasien/ jemaah haji Indonesia adalah gangguan psikiatri, seperti demensia. Kalau kami lihat di sini pencetusnya dehidrasi.
"Selain itu, kami juga menerima pasien bedah, faktur tempurung lutut, sulit buang air yang ternyata pembesaran prostat, kemudian pasien dislokasi lutut, kemudian selebihnya pernapasan," ujar dr Amsyar.
Sebelumnya, Amsyar menjelaskan bahwa KKHI dilengkapi ruang IGD yang dengan 11 tempat tidur, alat bantuan dasar medis, lifesaving, stimulator detak jantung (defibrillator) dan dokter jaga. Berseberangan dengan ruang IGD terdapat ruang ICU dengan kapasitas 9 tempat tidur. Selain itu, ada juga poli umum, apotek, laboratorium dan depo obat-obatan.