Terkini.id, Jakarta - Seorang netizen di media sosial pengguna akun Muhammad Rajendra melontarkan singgungan keras bernada hinaan terhadap Pesantren As'adiyah yang berlokasi di Sengkang Wajo, Sulawesi Selatan.
Adapun foto tangkapan layar netizen Muhammad Rajendra hina Pesantren As'adiyah Sengkang itu viral usai diunggah pengguna Facebook Ahmad Hunaifi, seperti dilihat pada Jumat 25 Maret 2022.
Dalam narasi cuitannya, Ahmad Hunaifi yang diketahui merupakan Mantan Ketua Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa dan Alumni As'adiyah awalnya menyebut netizen Muhammad Rajendra itu telah mencampuri urusan yang tidak dipahaminya.
"Ada yang mencoba ikut campur urusan yang dia sendiri tidak paham apa intinya. Setelah diinterogasi dari beberapa alumni," tulis Ahmad Hunaifi.
Lantaran postingan Muhammad Rajendra yang menghina Pesantren As'adiyah itu, ia pun mengaku yakin netizen itu bakal diciduk aparat kepolisian.
"Tunggumi polisi, karena banyak juga alumni As'adiyah di kepolisian sodara. Na kira kapang 'anak mengaji' hanya pakai songkok dan sarung. 'Senakal-nakalnya santri, pasti menghargai gurunya'. Catat itu," tutur Ahmad Hunaifi.

Dilihat dari isi postingan akun Muhammad Rajendra tersebut, tampak netizen itu menuding pengurus Pesantren As'adiyah merupakan pengikut Syiah.
"Ini pengurus pesantren as adya perlu dipertanyakan ke islaman nya. Jangan sampai antek antek SYIAH," ujar Muhammad Rajendra.
Tak hanya itu, Rajendra juga menghina para guru di Pesantren As'adiyah dengan menyebut otak mereka hanya berisi kotoran manusia.
"Ini pondok pesantren as sadia namanya saja pondok pesantren tapi gurunya tai semua di otaknya," ucapnya.
Selain itu, dalam foto tangkapan layar yang diunggah Ahmad Hunaifi juga tampak pemilik akun Muhammad Rajendra meminta maaf usai pernyataannya yang menghina Pesantren As'adiyah Sengkang menuai sorotan publik.
"Iye saya minta maaf sebesar-besarnya karena pernyataan itu. Saya mau hapus itu komentar saya tapi sudah tidak bisa karena keburu postingannya dihapus. Makanya saya minta maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada niat untuk mempermalukan nama baik pesantren as adya. Saya tadi khilaf dan spontanitas. Sekali lagi saya minta maaf," ujarnya.










