Hina Agama Hindu, Netizen Abdilah Pulukan Bali Mengaku Akunnya Diretas

Hina Agama Hindu, Netizen Abdilah Pulukan Bali Mengaku Akunnya Diretas

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Seorang netizen bernama Abdilah Pulukan Bali, diamankan aparat kepolisian usai menghina agama Hindu di media sosial. Saat diamankan, pria itu mengaku akunnya telah diretas.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, setelah postingan bernada provokasi yang diunggah Abdilah Pulukan Bali viral di media sosial pria itu langsung mendatangi Polsek Pekutatan.

Kedatangan netizen tersebut untuk melaporkan kepada aparat bahwa akunnya telah diretas oknum tak bertanggungjawab.

"Dia yang mendatangi Polsek. Melapor kalau akunnya ada yang menghack," kata AKPB Adi Wibawa, Sabtu 13 Maret 2021 seperti dikutip dari Nusabali.com.

Kendati demikian, kata Adi Wibawa, pihaknya akan mendalami pengakuan Abdilah tersebut guna memastikan apakah benar ada yang meretas akun netizen itu atau tidak.

"Kami serahkan untuk ditangani tim cyber di Polda. Nanti kita lihat perkembangannya. Apakah benar atau tidak akunnya dihack," tuturnya.

Sebelumnya, postingan netizen Abdilah Pulukan Bali yang menghina agama Hindu dan hari raya Nyepi viral di media sosial.

Abdilah dalam unggahannya menyebut pengikut agama Hindu orang bodoh lantaran merayakan hari raya Nyepi.

"Hanya orang bodoh yang ikut serta merayakan Nyepi," tulis netizen Abdilah Pulukan Bali.

Dalam narasi unggahannya itu, Abdilah Pulukan Bali juga mengaku sebagai orang Islam yang taat ibadah.

Sebagai umat Islam yang taat agama, ia pun menentang keras adanya perayaan hari besar umat Hindu tersebut.

"Saya sebagai orang taat ibadah di agama Islam menentang keras adanya hari raya Nyepi," ungkapnya.

Selain itu, netizen Abdilah Pulukan Bali juga mendoakan semoga semua umat Hindu yang ada di Bali sadar dan berhenti menyembah batu maupun patung.

"Dan semoga semua umat hindu yang ada di bali sadar dan berhenti menyembah batu atau patung. Amin," ujarnya.