Terkini.id, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi atau MK Anwar Usman ogah mundur dari jabatannya walaupun akan menikahi adik Presiden Jokowi, Idayati.
Katanya, walaupun Anwar seorang hakim konstitusi ia tetap memiliki hak asasi seperti halnya diatur dalam Pasal 28B ayat (1) dan pasal 29 ayat (1) UUD 1945.
"Apakah saya harus berkorban melepaskan hak asasi saya. Hak untuk mengembangkan keluarga. Semua warga negara mempunyai hak yang sama, termasuk saya," kata dia dalam sebuah acara di IAIN Pekalongan seperti terekam di Youtube MK, Senin, 28 Maret 2022.
Publik khawatir, menikahnya Anwar Usma dengan adik Presiden Jokowi akan ada konflik kepentingan. Namun, ia menegaskan hal itu tak akan pernah ada.
"Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Putusan itu tidak tergantung karena jabatan seseorang atau keluarga seseorang. Tidak!" tegasnya.
Mendengar itu, pengamat politik Rocky Gerung dalam interviewnya bersama jurnalis senior Hersubeno Arief memberikan komentar menohok.

"Kemarin dia (Anwar Usman) menolak untuk mengundurkan diri, ini apa urusannya ini, orang dia menjalankan perintah agama menikah kok, nggak harus mundur. Dia lupa bahwa persoalannya bukan menikahnya. Kita nggak ngurusin orang menikah," ujar Hersubeno Arief mengantarkan diskusinya seperti terekam di Youtube Rocky Gerung Official, Senin, 28 Maret 2022.
Sontak Rocky Gerung bak membelanya dengan mengatakan Ketua MK tersebut sedang jatuh cinta, wajar saja dia dibutakan akan cinta itu.
"Pak Ketua Mahkamah Konstitusi kan dia sedang jatuh cinta. Karena itu orang yang jatuh cinta dianggap buta terhadap lingkungan. Jadi sebetulnya, jatuh cinta itu bagus betul," kata Rocky Gerung.
Disambung Rocky, namun demikian ada konsekuensi yang harus diterima karena Anwar Usman merupakan pejabat publik yang beripar kepada Presiden Jokowi akan ada conflic of intern.
"Jadi nggak ada urusannya jatuh cinta. Karena demikianlah etika berpolitik itu dijamin bahwa tidak boleh ada semacam sinopsis kecil masuk lewat jalur-jalur keluarga untuk membubuhi kebijakan publik. Itu yang terlarang!" tandas Rocky Gerung.










