Beberkan Tiga Kegagalan Jokowi, Helmi Felis: Mustahil Bisa Dia Benahi

Beberkan Tiga Kegagalan Jokowi, Helmi Felis: Mustahil Bisa Dia Benahi

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Helmi Felis membeberkan tiga poin kegagalan rezim Presiden Jokowi yang menurutnya mustahil bisa dibenahi oleh pemerintah saat ini.

Tiga kegagalan rezim Jokowi itu disampaikan Helmi Felis lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Jumat 22 April 2022.

Dalam narasi kicauannya itu, Helmi menyebut ada tiga poin kegagalan pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi saat ini.

Pertama, kata Helmi, yakni Jokowi gagal menjaga kestabilan politik dalam negeri. Kegagalan kedua, mantan wali kota Solo itu gagal menstabilkan ekonomi rakyat.

Selain gagal menjaga kestabilan politik dalam negeri dan ekonomi rakyat, Helmi Felis juga menyebut Jokowi gagal menstabilkan hukum.

"Ada 3 poin kegagalan rezim Jokowi yang tidak bisa dibenahi - Kestabilan Politik Dalam Negri - Kestabilan Ekonomi Rakyat - Kestabilan Hukum," cuit Helmi Felis.

Menurut Helmi, 3 poin kegagalan Jokowi itu mustahil bisa dibenahi. Sebab, ketiga hal itu menjadi aspek frekuentif sejak awal Jokowi menjabat presiden.

"3 point diatas memang tidak mungkin dibenahi oleh Jokowi Sebab 3 point itu menjadi aspek frekuentatif sejak awal dia menjadi Presiden," tuturnya.

Beberkan Tiga Kegagalan Jokowi, Helmi Felis: Mustahil Bisa Dia Benahi

Selain itu, Helmi Felis lewat cuitan lainnya juga menanggapi sikap Presiden Jokowi yang marah lantaran harga minyak goreng mahal.

Menurutnya, persoalan harga minyak goreng yanh mahal tak bisa selesai hanya dengan menunjukkan kekesalan.

"Anda tidak cukup hanya dengan kesal. Ya Allah ni orang," ujar Helmi.

Lebih lanjut, Helmi Felis pun menyebut Presiden Jokowi dibayar oleh negara untuk bekerja dengan baik dan bukannya malah mengekspresikan sikap marah di hadapan rakyat.

"Anda Presiden Republik Indonesia, geram itu bukan kinerja. Anda dibayar untuk menghasilkan kinerja yang baik, Bukan untuk mengekspresikan emosi anda didepan rakyat. Semoga ada perubahan pak," ujarnya.