Kronologis kejadian
Kronologis penipuan bermula lewat kanal pertemanan di akun Facebook Febrianto, pelaku kemudian memilih Dwikun karena memiliki kedekatan dengan Febrianto dan kebetulan memajang nomor ponselnya di profil Facebook. Dengan dalih sebagai kawan lama, Agus yang berpura-pura menjadi Febrianto menghubungi Dwikun melalui WA pada Senin, 16 Desember 2018 lalu. Dengan alasan orangtuanya sedang dirawat di rumah sakit, pria pengangguran ini meminjam sejumlah uang kepada Dwikun. “Karena merasa iba, korban akhirnya mentransfer uang Rp 9,3 juta yang diminta pelaku mengatasnamakan Febrianto lewat mesin ATM Bank Mayabank di Klinik Putra Medika 1 Kampung Kukun, Desa Ciantra, Cikarang Selatan,” papar Kompol Alin. Sehari kemudian, kata Alin, Agus yang masih bujangan lapuk ini kembali menghubungi Dwikun bahwa orangtuanya meninggal dunia. Bahkan dia kembali meminjam uang Rp 5,6 juta dengan alasan untuk menebus jenazah orangtuanya di rumah sakit. “Kejadian kedua, korban kembali mentransfer uang yang diminta karena prihatin dengan kondisi yang dialami rekannya,” ungkap Kompol Alin. Bahkan keesokan harinya atau pada Rabu, 18 Desember 2018, pelaku kembali menghubungi korban melalui WA untuk meminjam uang sebesar Rp 7,8 juta. Uang itu, kata dia, akan digunakan pelaku untuk melunasi utang kepada orang lain yang digunakan untuk berobat sebelum orangtuanya meninggal dunia. “Korban pun percaya sehingga mau mentransfer uang yang diminta oleh pelaku, karena korban dengan Febrianto merupakan teman dekat saat berada di sekolah,” jelasnya. [caption id="attachment_141456" align="alignnone" width="300"]









