Terkini.Id, Jakarta - Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada hari Kamis 20 Oktober 2022.
Liz Truss mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris. Truss menjadi PM Inggris dengan masa jabatan terpendek.
Dilansir BBC dan CNN, Kamis 20 September 2022, Liz Truss menyampaikan pengunduran dirinya sebagai PM Inggris. Truss akan menjadi perdana menteri pertama dengan masa jabatan terpendek.
Hal ini dilakukan oleh Liz Truss, setelah kondisi ekonomi Negeri Big Ben itu belum membaik.
Truss, dalam sebuah pernyataan di luar Downing Street, mengaku tak mampu membalikan situasi perekonomian negara itu yang mengalami inflasi mencapai d iatas 10%.
Kejatuhannya itu diakibatkan oleh program ekonomi yang menimbulkan gelombang kejutan di pasar keuangan bulan lalu dan memecah belah Partai Konservatif pimpinannya.
Berbicara di luar pintu kantor dan kediaman resminyanya di Downing Street Nomor 10, Truss mengakui bahwa ia tidak dapat memenuhi janji yang ia buat sewaktu mencalonkan diri sebagai pemimpin partai Konservatif, karena telah kehilangan kepercayaan dari partainya.
"Namun saya mengakui, mengingat situasinya, saya tidak dapat menyampaikan mandat di mana saya dipilih oleh Partai Konservatif. Karena itu saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk mengumumkan bahwa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif," ujar Liz Truss
Truss sendiri diangkat menjadi Perdana Menteri pada 6 September 2022, hanya dua hari sebelum Ratu Elizabeth II meninggal.
Dengan pengundurannya ini, ia hanya menjadi kepala pemerintahan dalam waktu 45 hari sebagai Perdana Menteri Inggris.
Dalam kebijakannya, Truss dan mantan Menteri Keuangan Kwasi Kwarteng sempat mencanangkan 'anggaran-mini' untuk membiayai stimulus kenaikan harga energi. Nantinya, hal ini akan dibiayai dengan menambah utang.
Namun bertentangan dengan kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral. Akibat manuver ini, terjadi kekacauan di pasar obligasi dan mata uang poundsterling jatuh ke level terendahnya. Kwarteng sendiri sebelumnya telah mundur beberapa hari lalu dan digantikan oleh Jeremy Hunt
Sementara itu, pengunduran dirinya menyusul pertemuan dengan Graham Brady, politisi Konservatif yang bertanggung jawab atas suara kepemimpinan dan perombakan.
Brady sendiri juga mengepalai Komite 1922 yang memiliki wewenang mengajukan surat tidak percaya pada Perdana Menteri.










