Terkini.id, Ambon - Video yang memperlihatkan anak dari Ketua DPRD Ambon Elly Toisuta berinisial AT aniaya seorang pelajar hingga tewas hanya gegara tak ditegur di jalan, beredar di media sosial.
Peristiwa itu bermula saat korban bertemu dengan anak dari Ketua DPRD Ambon itu di sebuah kompleks Asrama Polri di kawasan Talake, Minggu 30 Juli 2023, sekira pukul 21.00 WIT.
Korban yang saat itu berboncengan motor dengan seorang temannya hendak ke rumah saudaranya yang tinggal di kompleks tersebut untuk mengembalikan jaket.
Namun, ketika berada di lorong, korban tak menegur pelaku saat masuk di kompleks itu. Pelaku pun kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban.
Dalam video yang beredar, nampak pelaku memukul korban sambil berseru kalau masuk kompleks orang harus menegur.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Janete S Luhukay menjelaskan, sesuai penuturan saksi yang merupakan rekan korban yakni MFS (16), awalnya saksi bersama korban berboncengan motor menuju ke rumah saudaranya di kompleks Asrama Polri Talake untuk mengembalikan jaket.
Pada saat saksi dan korban memasuki Gapura Lorong Masjid Talake, dia melewati pelaku dan nyaris menyenggol pelaku yang sementara berjalan menuju ke arah dalam kompleks.
"Saat saksi sempat menoleh kebelakang dan terlihat pelaku sedang mengejar korban dan saksi. Saat saksi dan korban tiba di depan rumah saudaranya dan memarkirkan sepeda motornya, pelaku pun langsung menghampiri korban dan saksi," kata Ipda Jenete, dikutip dari MalukuTerkini.com, Senin 31 Juli 2023.
"Tanpa bertanya pelaku langsung memukul korban dari bagian kepala korban yang masih menggunakan helm sebanyak satu kali," sambungnya.
Pelaku, lanjutnya, kemudian kembali memukul korban di bagian kepala untuk tiga kalinya. Berselang beberapa menit kemudian saudara korban keluar dari dalam rumah, dimana posisi korban telah tertunduk dan menaruh kepalanya di atas setir motornya.
"Seketika itu juga korban pingsan," ungkapnya.
Menurut pengakuan saksi, korban sempat diangkat oleh saudaranya masuk ke dalam rumah dengan tujuan untuk menyadarkan korban namun korban tidak sadarkan diri.
Korban lalu dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat pertolongan medis. Namun sayang, nyawa korban tak lagi tertolong.
"Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Latumeten guna mendapatkan perawatan medis. Setibanya korban di rumah sakit korban langsung mendapat perawatan medis oleh team medis namun pukul 21.45 WIT korban meninggal dunia," ujar Jenete.
Saat ini, pelaku yang merupakan anak Ketua DPRD Ambon itu telah ditahan Polresta Pulau Ambon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.










