Terkini.id, Jakarta - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan alias Gus Umar menyoroti rencana penggantian Juru Bicara (Jubir) Presiden Jokowi.
Gus Umar lantas menyarankan bahwa jubir presiden digantikan dengan mengangkat mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu.
Atas saran tersebut, Gus Umar mengatakan jika Jokowi mengangkat Said Didu menjadi juru bicara presiden, sudah dipastikan istana negara akan berubah.
"Saya usul ke pak @jokowi yg jd jubir ganti fajrul adalah @msaid_didu, pasti istana jd berubah. Entah berubah stres atau berubah baik," tulis Gus Umar, dikutip terkini.id, Selasa, 26 Oktober 2021.
Melansir Kompas, Presiden Jokowi secara resmi melantik Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, sebagai Duta Besar RI untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, Senin, 25 Oktober 2021 kemarin.
Kendati demikian hingga saat ini pihak istana belum mengumumkan siapa yang akan menjadi sosok penggantu dari Fadjroel Rachman sebagai Juru Bicara Jokowi.
"Sampai saat ini belum ada arahan presiden," ucap Deputi Bidang Protokol Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
"Selain itu di Istana sudah ada Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan KSP," lanjutnya.
Sebelumnya, Fadjroel juga mengatakan bahwa tidak hanya dirinya yang akan bertugas sebagai perpanjangan lidah Presiden.
"Jadi cukup banyak sebenarnya yang mengemban tugas menyampaikan informasi dari Istana kepada masyarakat melalui teman-teman media massa," ungkap Fadjroel, Jumat, 22 Oktober 2021 lalu.










