Terkini.id, Jakarta - Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mengaku miris dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena tidak memberi pendampingan kepada Farid Okbah yang ditangkap Densus 88 atas dugaan terorisme.
"Kenapa sih orang-orang MUI kok kesannya lepas tangan kepada Ustaz Farid Okbah, anggota Komisi Fatwa MUI yang dituding teroris. Apa jangan-jangan MUI mental jongos ya, harusnya lindungi dong, beri pendampingan, jangan lepas tangan" kata Gus Nur dalam akun youtube Gus Nur 13 Official, yang dikutip Rabu 24 November 2021
Selanjutnya Gus Nur mengaku bahwaa seandainya saja ia termasuk dalam lembaga maka ia akan mendampingi Farid Okbah. Hingga palu diketuk, saat itulah baru kemudian ia berhenti.
Oleh karena itu ia begitu menyayangkan pihak MUI yang begitu saja melepas anggotanya tanpa melakukan pendampingan.
“Kalau saya lembaga MUI-nya, siapa pun (anggota MUI) yang ditangkap, akan saya lindungi sampai palu pengadilan diketuk. Beri support materi, hukum, spiritual sampai terbukti itu teroris atau bukan. Ini belum apa-apa sudah dilepaskan. Jangan-jangan ini mental jongos ya, ngapunten mohon maaf ya. Kawal dulu dampingi dulu” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Gus Nur mengaku tidak percaya dengan penangkapan yang dilakukan Densus 88 yang menyasar beberapa tokoh agama.
"Pendakwah itu mengatakan kepada masyarakat yakin deh, kalau ada narasi terorisme muncul, itu artinya bisa jadi untuk menutupi isu lain yang menunjukkan rezim penguasa ini bobrok,” katanya, dilansir dari Warta Ekonomi.
Kemudian Gus Nur juga menilai bahwa yang sering terjadi pengankatan isu teroris selalu saja menjadi isu hangat untuk menutupi isu-isu yang lain. Hal ini seakan-akan untuk menutupi kebobrokan pemerintah yang melakukan tindakan korupsi.
“Kalau ada teroris jangan kaget, itu pengalihan isu, pejabat koruptor terungkap, baru bikin isu menutupi kebobrokan itu, dulu kan ada itu Bom Panci,” kata Gus Nur, Kamis 18 November 2021.










