Giring Sebut Anies Mainkan Politik Identitas Polemik Perubahan 22 Nama Jalan, Hidayat Nur Wahid Pasang Badan!

Giring Sebut Anies Mainkan Politik Identitas Polemik Perubahan 22 Nama Jalan, Hidayat Nur Wahid Pasang Badan!

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari terakhir, Ketua Umum PSI Giring Ganesha menyebut Anies Baswedan memainkan politik identitas dengan menggunakan nama tokoh Betawi sebagai nama jalan di Wilayah Jakarta.

Hal tersebut terjadi lantaran perubahan 22 nama jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Hingga nama

Lantas hal tersebut, Politikus PKS Hidayat Nur Wahid turut buka suara terhadap terhadap kritikan ke Anies Baswedan.

Namun sebelum itu, Hidayat Nu Wahid menyebutkan bahwa dirinya mendukung Pemprov DKI yang mengubah nama sejumlah jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi.

Apalagi, dengan pemilihan nama tokoh-tokoh Betawi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta tentang peran mereka dalam meraih kemerdekaan, dan membawa kemajuan bagi Jakarta.

“Tokoh-tokoh Betawi merupakan bagian dari perjalanan sejarah kota Jakarta, dalam kerangka Indonesia. Sehingga perubahan nama sebagian jalan di Jakarta dengan nama tokoh-tokoh Betawi adalah upaya yang positif untuk kembali menguatkan memori masyarakat Jakarta tentang tokoh-tokoh tersebut. Termasuk peran serta ketokohan mereka dalam memajukan Jakarta, Ibukota Indonesia,” ujar Hidayat.

Hidayat mencontohkan, Wali Kota Semarang juga baru saja meresmikan perubahan salah satu nama jalan di Semarang. Dikutip dari Populis, Sabtu, 2 Juli 2022.

Sebelumnya perubahan nama sejumlah jalan juga terjadi di Surabaya beberapa bulan lalu, Makassar beberapa tahun lalu, hingga Medan pada tahun 2013.

Semua perubahan tersebut mengangkat nama tokoh yang dianggap berjasa bagi kota tersebut. Misalnya, di Semarang dipakai nama jalan Ki Nartosabdo, dan di Medan Jalan Tjong Yong Hian.

“Artinya, ini bukan khas Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan saja. Karenanya sangat tidak masuk akal kalau dituduh bahwa upaya ini merupakan bentuk Politik Identitas. Terbukti perubahan nama jalan merupakan praktik yang lumrah,” pungkasnya.

Lanjut “Apalagi, di Jakarta banyak tokoh Betawi yang berjasa dalam pembangunan. Kalaupun banyak di antara nama-nama baru, tersebut berasal dari tokoh agama, seperti Kyai, Haji, Hajah, dan Mualim, itu justru menjadi peningkatan nilai-nilai keagamaan yang menguatkan kebangsaan. Sebagaimana amanat Pancasila,” sambungnya.

Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR ini meminta kepada jajaran Pemprov DKI agar perubahan nama jalan tersebut benar-benar tidak membebani warga Jakarta secara administratif maupun materiil.

Karena itu HNW mengapresiasi strategi jemput bola dan pelibatan institusi penerbit dokumen seperti Dukcapil, Polri, BPJS, hingga BPN, untuk menyiapkan beragam antisipasi bagi warga yang terdampak perubahan nama tersebut.

“Semoga perubahan nama jalan, ini menjadi momentum untuk mengenalkan tokoh dan mengembangkan budaya Betawi yang sarat akan nilai keagamaan dan kebangsaan kepada masyarakat luas. Serta menguatkan identitas Jakarta untuk menjadi kota Global, bahkan bila kelak tidak lagi menjadi Ibukota Indonesia,” pungkasnya.