Terkini.id, Makassar - Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulsel kembali menggelar bincang bisnis, Sabtu 26 Januari 2019, di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar.
Kegiatan bincang bisnis kali ini terasa istimewa dengan hadirnya pembicara dari Yordania, Syaikh Hamaam Adnan Musa Albustanji.
Syekh Hamaam menjadi narasumber bincang bisnis bertema "Menggagas Bisnis Syariah Sejak Muda."
Syekh Hamaam belajar syariah, khususunya ushul fiqh di Jami'atu Azzarqa-u Amman Yordania. Ia juga meraih ijazah akuntansi di Jamiatul Ulum Islam.
Syaikh Hamaam juga menjabat sebagai Direktur Tahfidz Imam Malik di Kota Amman.
Kegiatan yang diikuti puluhan wirausaha ini dihadiri pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, H Abd Malik Faisal.
Dalam sambutannya, Malik Faisal mengatakan, banyak koperasi atau perusahaan pembiayaan yang mengatasnamakan bisnis syariah tapi pada pelaksanannya tidak syariah.
"Karena itu ia meminta agar peserta dapat memahami bentuk bisnis yang Islami dan sesuai Syariah," ujarnya.
Koordinator Konsultan PLUT, Bahrul Ulum Ilham mengatakan, kegiatan ini digelar seiring makin meningkatnya kesadaran untuk meraih bisnis yang berkah atau sesuai syariah.
"Bisnis terkait dengan amal perbuatan, konsekuensinya tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat sehingga seorang muslim sejati harus mengkritisi, bisnis seperti apa yang akan mengamankan perjalanannya hingga di akhirat kelak," katanya.
Paparan materi Syaikh Hamaam
Dalam paparannya, Syaikh Hamaam mengungkapkan keutamaan meraih bisnis yang berkah dalam Islam, sebagaimana dicontohkan Rasulullah bersama para sahabat.
Ia juga menyampaikan pentingnya ekonomi untuk kemajuan umat Islam.
“Kita harus menjadi muslim yang kuat,salah satunya dengan ekonomi. Yahudi di dunia hanya 6 jutaan, sementara muslim ada miliaran, lemah karena ekonomi,” tandasnya.
Syaikh Hamaam juga berbagi kiat mengembangkan bisnis. Pertama, Iklas kepada Allah, kedua berusaha dengan keras.
"Ketiga harus mempelajari bidang usaha yang digeluti, keempat punya pemikiran yang matang dan yang kelima yaitu menekuni usaha yang dirintis," tambahnya.
”Bisnis dalam Islam bukan hanya bicara untung, tetapi harus sesuai syariah atau melihat halal haram. Hindari bisnis yang ada sogok, penipuan serta riba," sambungnya.
Acara yang dipandu Ustaz Ali Akbar sebagai penerjemah dari Dompet Dhuafa ini dilanjutkan sesi tanya jawab yang banyak mengupas praktek bisnis sehari-hari.