Gawat! Corona di Eropa Meledak Kendati Banjir Vaksin, Ini Penyebabnya

Gawat! Corona di Eropa Meledak Kendati Banjir Vaksin, Ini Penyebabnya

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gawat! Corona di Eropa meledak kendati banjir vaksin, ini penyebabnya. Eropa yang sebelumnya ‘adem ayem’ dari kasus virus corona, saat ini kembali melonjak kasusnya. Menanggapi hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut ada kebangkitan Covid-19 yang mengkhawatirkan. Untuk itu, WHO memperingatkan Eropa sangat mungkin menjadi episentrum pandemi.

WHO Eropa yang mencakup 53 negara Eropa dan Asia Tengah memaparkan, Covid-19 meningkat 55 persen dalam empat minggu terakhir. Bahkan, angka kematian baru akan mencapai 500 ribu di Februari 2022 mendatang.

Sejatinya, sebut WHO, bukan hanya Inggris dan Rusia yang memang kasusnya meledak sejak Oktober 2021, namun kasus di negara-negara lainnya yang awalnya rendah juga naik. WHO bahkan mengatakan, kecepatan penularan Covid-19 saat ini di 53 negara sangat memperihatinkan.

WHO mengungkapkan, Jerman misalnya mengalami kenaikan parah. Infeksi Covid-19 di Negeri Panser itu bahkan memecahkan rekor yang tercata pada Desember 2020 lalu.

Institut Robert Koch (RKI), badan pengendalian penyakit di Jerman, melaporkan 33.949 kasus baru dalam satu hari pada Kamis 4 November 2021.

Data itu sendiri terbit sehari setelah Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan Jerman sedang hidup dengan pandemi. Di situasi ini, banyak orang belum divaksin dan bakal ada gelombang keempat virus dengan ‘kekuatan dahsyat’.

Sementara itu, Belanda juga mengalami kenaikan kasus Covid-19. Negara ini mencatat 10.214 kasus kemarin, rekor tertinggi sepanjang 2021 setelah kenaikan di Desember 2020.

Negeri Kincir Angin itu juga mencatat 19 kematian baru, yang membuat korban meninggal terkait Covid-19 menjadi 11.419. Kasus aktif tercatat 56.746.

Direktur Darurat WHO Mike Ryan mengatakan biang keroknya. Menurutnya, beberapa negara Eropa memiliki cakupan vaksinasi yang kurang optimal kendati banjir vaksin alias tersedia banyak dosis vaksin.

“Ini adalah peringatan bagi dunia untuk melihat apa yang terjadi di Eropa kendati tersedia banyak vaksinasi,” terang Ryan dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters via CNBCIndonesia, Sabtu 6 November 2021.

Sementara itu, Direktur Regional WHO untuk Eropa dr Hans Kluge mengungkapkan, vaksinasi belum maksimal diperparah dengan pelonggaran pembatasan sosial yang sudah dilakukan. Selain itu, mutasi baru varian Delta juga sebab lainnya.

Kampanye vaksin di Eropa sangat lambat termasuk vaksinasi booster. Awal musim dingin juga menjadi biang keladi lain. Di posisi ini, virus lebih mudah menyebar pada banyak orang yang berkumpul di dalam ruangan.

Pekan lalu, WHO mencatat ada 1,8 juta kasus baru dan 24 ribu kematian yang dilaporkan. Kasus meningkat enam persen, dan kematian naik 12 persen bila dibandingkan pekan sebelumnya.

WHO merilis, wilayah ini menyumbang 59 persen dari semua kasus secara global dan 48 persen kematian yang dilaporkan minggu lalu.