Gagal Tingkatkan Kualitas Guru, Kepala Sekolah di Makassar Terancam Dicopot

Gagal Tingkatkan Kualitas Guru, Kepala Sekolah di Makassar Terancam Dicopot

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Kepala Sekolah SD dan SMP yang berkinerja buruk di Kota Makassar terancam dicopot. Mereka dinilai gagal menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas guru di masa pandemi.

Sebab, berdasarkan survei Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), kualitas pendidikan di Kota Makassar mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Hanya sekitar 20 persen tenaga pengajar yang mampu beradaptasi dengan pembelajaran daring.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menilai kepala sekolah tidak bisa menjalankan perannya dengan baik.

"Penelitian guru itu yang bisa dengan sistem daring hanya 20 persen yang bisa beradaptasi. Hanya 10 persen yang bisa berinovasi. Ini bagian dari kita. Termasuk (resetting) kepala sekolah," ungkap Danny, Selasa, 24 Agustus 2021.

Mutasi itu rencananya dimulai pada bulan Agustus 2021 ini. Saat ditanya lebih lanjut, Danny hanya meminta semua pihak bersabar.

"Tunggu tanggal mainnya," singkat Danny.

Kualitas pendidikan yang menurun ini sebelumnya mendapat sorotan dari Ketua Dewan Pendidkan Makassar Rudianto Lallo. Ia menyebut pembelajaran secara daring merupakan penyebab merosotnya kualitas murid.

Ia mengatakan telah menggelar kuis cerdas cermat sebagai media penilaian.

"Kami dewan pendidikam sudah menggelar lomba cerdas cermat yang disiarkan langsung TVRI, berdasarkan laporan penanggung jawab ada kemunduran dari sisi kualitas," ujar Rudianto Lallo yang juga menjabat Ketua DPRD Makassar.

Ia mengatakan sejumlah pelajar sebagai perwakilan sekolah diuji. Hasilnya, banyak peserta yang kesulitan menjawab saat sesi tanya jawab.

"Banyak pertanyaan dari dewan juri yang dulu katanya bisa dijawab oleh peserta anak didik kita, sekarang ini susah dijawab. Berarti ini salah satu variabel bagaimana pendidikan kita hari ini," tutupnya.