Terkini.id, Jakarta - Tampaknya Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto akan menjadi saingan berat dalam urusan Pilpres 2024 mendatang.
Pasalnya, bahkan kini berdasarkan hasil survei peta elektoral Pilpres Provinsi Jatim yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), elektabilitas keduanya sangat ketat satu sama lain.
Ya, ternyata eektabilitas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersaing ketat dengan Menhan Prabowo Subianto sebagai Capres pilihan masyarakat Jawa Timur di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, mengatakan bahwa dalam simulasi semi terbuka (banyak nama) dan boleh menyebutkan nama lainnya, Ganjar Pranowo dipilih oleh 22,5 persen.
Hanya berbeda sekitar dua persen saja dari Prabowo Subianto yang diketahui memperoleh 20,2 persen.
Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berada di posisi ketiga (10,6 persen), disusul Tri Rismaharini (7,5 persen), dan Anies Baswedan (5,7 persen).
"Sementara nama-nama lainnya lebih rendah, kurang dari 4 persen. Belum menjawab 7,8 persen," katanya, dikutip terkini.id dari iNews pada Kamis, 31 Maret 2022.
Menurutnya, ada tiga alasan utama masyarakat memilih calon presiden, yaitu merakyat atau memperhatikan rakyat, tegas dan berwibawa, dan jujur. Prabowo Subianto dipilih terutama karena alasan tegas dan berwibawa.
"Sedangkan Ganjar Pranowo dipilih karena alasan merakyat."
Untuk Calon Wakil Presiden (Cawapres), lanjut dia, Gubernur Jatim Khofifah menjadi pilihan utama masyarakat.
Dalam simulasi sebelas nama cawapres, Khofifah berada di urutan pertama sebagai calon yang paling pantas menjadi wakil presiden. Khofifah dipilih sebagai cawapres oleh 21,8 persen pemilih.
Lalu Ganjar Pranowo 14,5 persen, Ridwan Kamil 13,4 persen dan Sandiaga Uno 13,2 persen. Selanjutnya adalah Anies Baswedan 10,6 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 7,5 persen. Nama-nama lainnya di bawah 4 persen.
"Posisi Khofifah tidak terlepas dari kinerjanya sebagai gubernur yang dinilai positif oleh masyarakat," tuturnya.
"Tingkat kepuasan masyarakat Jawa Timur kepada Khofifah cukup tinggi. Yaitu 71,3 persen menyatakan puas dan 18,3 persen menyatakan sangat puas."
Lebih lanjut, Djayadi menjelaskan, pengambilan data lapangan dilakukan pada 6 sampai 13 Maret 2022.
Populasi survei seluruh WNI di Jatim yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Ukuran sampel sebanyak 1.200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.










