Terkini.id, Jakarta - Tingkat sewa apartemen terpantau mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Rendahnya tingkat hunian tersebut menimbulkan fenomena 'Apartemen Hantu' semakin banyak bermunculan.
Alasan disebut fenomena 'Apartemen Hantu' karena apartemen tersebut kosong dan tidak banyak memiliki penghuni.
Dari riset Colliers menyatakan, okupansi apartemen servis menurun hingga kuartal III kemarin. Posisi okupansi hanya ada 51% di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 60%. Dan hal tersebut turun sebanyak 6% dari kuartal sebelumnya.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan untuk okupansi apartemen servis terbagi menjadi dua yakni wilayah central business district (CBD) Jakarta dan luar daerah CBD.
Ia menyebut, jika wilayah apartemen yang saat ini banyak mengalami penurunan berasal dari luar CBD.
"Kita okupansi memantau di bagian CBD dan non CBD. Kebanyakan kalau servis ya memang sewa itu di CBD. Sementara yang turun CBD non Jaksel. Jadi kawasan Jakarta Selatan seperti Kebayoran, Pondok Indah itu masih banyak. Sementara kalo di luar itu lebih sedikit. Seperti Jakarta Barat itu sedikit," kata Ferry, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa 7 Desember 2021.
Dikabarkan, penurunan tingkat okupansi apartemen servis ini merupakan yang paling rendah sepanjang 5 tahun terakhir.
Setelah ditelusuri, penyebab utamanya adalah semakin sedikitnya penyewa yang berasal dari golongan ekspatriat. Ditambah adanya lonjakan Covid-19 pada bulan Juli hingga Agustus 2021.
Director Advisory Sales Colliers Indonesia Monica Koesnovagril, mengatakan apartemen servis di CBD masih lebih tinggi ketimbang non CBD.
"Jika kita refer serviced apartment non-CBD, umumnya berlaku di Jaksel. Jadi okupansi paling tinggi di CBD, disusul Jakarta Selatan dan terakhir di luar area ini," ujar Monica Koesnovagril.









