Tokoh NU Minta Hormati LGBT, Faizal Assegaf : Bukti Ormas Tersebut Makin Suram dan Membusuk

Tokoh NU Minta Hormati LGBT, Faizal Assegaf : Bukti Ormas Tersebut Makin Suram dan Membusuk

Cici Permatasari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Kritikus Faizal Assegaf sebut sikap elit Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang meminta menghormati kaum LGBT dinilai menjadi bukti bahwa ormas tersebut semakin suram.

“Sikap elit PBNU getol bela kaum Sodom (LGBT), bukti ormas trsebut makin suram dan membusuk,” tulis Faizal Assegaf di twiternya.

Dia percaya bahwa organisasi Islam terbesar Indonesia sering menentang istilah "kafir" dalam Islam dan menuduh ulama tidak setuju dengan sebutan ekstremis ata label radikal.

“Pantas aja kalian gerah dengan kata ‘kafir’ dan gemar menstigma ulam kriis dengan tudingan radikal-radikal,” tambanya.

Ia juga mengumpamakan reaksi elit PBNU mirip dengan ubur-ubur beracun yang buas dan memalukan.

“Reaksi kebodohan kalian mirip dengan ubur-ubur beracun yang buas dan memalukan,” tulisnya.

LGBT ramai diperbincangkan setelah dua pasangan gay tampil di Podcast Deddy Corbuzier dan tak lama kemudian bendera LGBT dikibarkan di kantor Keduataan Besar Inggris.

Sebelumnya, Tokoh NU, Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir meminta untuk menghormati kaum LGBT sebagai sesamaa manusia.

Menurutnya kaum LGBT juga diciptakan Allah SWT dan mereka juga memiliki statussebagai warga negara dengan hakserta kewajiban yang sama dengan manusia lainnya.

“Semua manusia membawa ruh suci dari Allah. Sebagai warga negara, mereka juga punya hak dan kewajiban yang sama,” ujar GusNadir dikutip dari Suaracom. Kamis, 26 Mei 2022.

Diketahui, Gus Nadir merupakan pengurus cabang NU di Australian dan Selandia Baru. Ia berpandagan seharusnya kaum LGBT juga dihormati karenamerak juga manusia.

“Hormati mereka sebagai sesama manusia. Tidak boleh terjadi diskriminasi terhadap siapapun juga,” ungkapnya.

Terkait LGBT adalah dosa, Gus Nadir beranggapan hal tersebut kembali lagi ke pribadi masing-masing.

Kata dia, uruasn dosa sesoarang merupakan masalah orang tersebut dengan Allah. Karenanya, masalah ini masalah yang sederhana tidak perlu dibbuat rumit.

“Urusan dosa atau tidak, itu urusan mereka dengan Allah. Sesederhana itu. Gak pakai ribet,”ucapnya.