Terkini.id, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyentil perusahaan-perusahaan swasta yang tidak membantu menurunkan harga minyak goreng.
Erick menyebut perusahaan-perusahaan sawit swasta tersebut seperti orang asing yang tak peduli pada Indonesia.
"Saya mengetuk swasta untuk juga punya komitmen penuh pada pemberian minyak goreng kepada rakyat. Ingat, kita sebagai bangsa Indonesia alhamdulillah, luar biasa. Kita mendapatkan berkah di Indonesia. Jadi ketika ada seperti ini, swasta juga harus kembali bertanggung jawab menyelesaikan. Jangan menjadi orang asing," bilangnya dikutip dari Kumparan.com Sabtu, 9 April 2022.
Menurut Erick, perusahaan-perusahaan sawit swasta memperoleh keuntungan karena mendapat izin untuk mengolah sumber daya alam di Indonesia.
Tapi ketika rakyat butuh bantuan karena harga minyak goreng mahal, mereka tak peduli. Erick meminta mereka ikut membantu.
"Kaya dari sumber daya alam Indonesia, tetapi ketika rakyat membutuhkan tidak hadir. Jadi saya sangat mengetuk para swasta. Ayo selesaikan masalah minyak goreng ini. Ayo kita gotong royong," katanya.
Para Konglomerat Pemilik Pabrik Minyak Goreng Minyak goreng merupakan salah satu produk turunan kelapa sawit. Sejumlah konglomerat yang punya bisnis perkebunan kelapa sawit juga membangun industri minyak goreng.
Dikutip dari Kumparan.com berdasarkan data RTI dan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut daftar beberapa pengusaha pemilik pabrik minyak goreng:
Salim Group (PT Salim Ivomas Pratama Tbk)
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) adalah produsen minyak goreng merek Bimoli. Berdasarkan data RTI, pemegang saham pengendali SIMP adalah Indofood Agri Resources (72 persen). Salah satu anggota keluarga Salim, yakni Axton Salim, duduk sebagai Komisaris SIMP.
Pemimpin Salim Group, yakni Anthoni Salim, adalah salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Dalam Indonesia's 50 Richest yang diterbitkan Forbes akhir tahun lalu, Anthoni berada di peringkat 3 dengan kekayaan USD 8,5 miliar atau setara dengan Rp 121,55 triliun.
Sinar Mas Group (PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk)
Minyak goreng merek Filma adalah salah satu produk PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR) yang terafiliasi dengan Sinar Mas Group.
Dua anak Eka Tjipta Widjaja, yakni Franky Oesman Widjaja dan Muktar Widjaja, duduk sebagai Komisaris Utama dan Wakil Komisaris Utama di perusahaan ini.
Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2021 yang diterbitkan Forbes, keluarga Widjaja berada di peringkat 2 dengan kekayaan USD 9,7 miliar atau setara dengan Rp 138,71 triliun.
Wilmar Group (PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk)
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) yang terafiliasi dengan Wilmar Group adalah produsen minyak goreng merek Sania dan Fortune.
Darwin Indigo, keponakan Martua Sitorus, adalah Komisaris Utama CEKA. Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, Martua Sitorus berada di peringkat 14 dengan kekayaan sebesar USD 2,85 miliar atau Rp 40,75 triliun.










