Eko Kuntadhi Sebut Gerakan Nasional Anti Islamofobia Tidak Jauh dari Politisasi Agama

Eko Kuntadhi Sebut Gerakan Nasional Anti Islamofobia Tidak Jauh dari Politisasi Agama

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Eko Kuntadhi melontarkan komentar pedas terhadap Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI) yang baru-baru ini telah mengadakan deklarasi.

Eko Kuntadhi melontarkan komentarnya melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu 16 Juli 2022.

Dalam unggahannya, Eko Kuntadhi menyebut Gerakan Nasional Anti Islamofobia mirip dengan GNPF.

Adapun GNPF sendiri merupakan kepanjangan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa.

Eko Kuntadhi pun menyebut kemunculan GNPF saat masa Pilkada Jakarta lalu.

"Gerakan ini (GNAI) mirip GNPF dalam Pilkada Jakarta lalu," tulis Eko Kuntadhi.

Lebih lanjut, Eko Kuntadhi menyatakan bahwa GNAI tidak akan jauh dari gerakan politisasi agama.

"Gak jauh dari politisasi agamalagi," ujar Eko.

Eko Kuntadhi Sebut Gerakan Nasional Anti Islamofobia Tidak Jauh dari Politisasi Agama
(Twitter/_ekokuntadhi)

Sementara itu, dikabarkan sejumlh tokoh bangsa, ulama hingga aktivis akan mendelarasikan Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI).

Adapun acara deklarasi GNAI digelar di Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat 15 Juli 2022.

Sebagaimana dikutip dari RMOL, deklarasi GNAI akan dipimpin langsung leh Ferry Juliantono.

Ferry Juliantono menyebut latar belakang deklarasi GNAI sebagai respon atas Resolusi PBB.

Diketahui, Resolusi PBB menetapkan setiap tanggal 15 Maret sebagai Hari Melawan Islamofobia.

Menurut Ferry, Islamofobia di Indoensia semakin memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Para aktivis sepakat untuk menjadikan Resolusi PBB ini sebagai pijakan untuk melawan Islamophobia di dalam negeri yang semakin hari semakin memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Ferry.