Terkini.id, Jakarta - Foto dua menteri kabinet Jokowi yakni Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan M. Lutfi yang tampak tak mengenakan masker saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS), membuat heboh publik.
Dalam foto juga video pendek yang beredar, tampak dua menteri pembantu Presiden Jokowi itu ditemani oleh Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H. Maming, dan mantan anggota DPR Demokrat, Michael Wattimena.
Keduanya dikabarkan tengah berkunjung ke AS dalam rangka mencari investor. Di negeri Paman Sam tersebut, mereka juga menerima vaksinasi jenis Pfizer yang diproduksi oleh AS.
Potret dua menteri Jokowi itu yang tak mengenakan masker saat berada di AS sontak menimbulkan reaksi keras dari publik. Apalagi, saat ini Indonesia tengah dilanda kesulitan akibat pandemi Covid-19.
"Hebat pembantu Presiden Jokowi. Rakyat sedang berjuang selamatkan nyawa. Mereka jalan-jalan untuk suntik vaksin Pfazier," demikian isi pesan berantai yang memperlihatkan keempatnya sedang di New York AS.
Menanggapi kabar tersebut, pengamat politik Adib Miftahul menilai kelakuan kedua menteri Presiden Jokowi tersebut sangat tidak terpuji dan tentunya menyakiti perasaan rakyat Indonesia.
Mengutip Rmol.id, Kamis 15 Juli 2021, Adib menyayangkan sikap kedua pejabat tersebut. Padahal, pertemuan diplomasi dengan AS menurutnya bisa dilakukan secara daring.
"Ya atas nama ‘Sense of Crisis’, sama-sama merasakan penderitaan rakyat. Atas nama skala prioritas berarti bisalah. Kalau bisa online kenapa tidak. Atas nama extra ordinary harusnya tunda dulu kunjungan-kunjungan kerja. Seolah-olah rakyat lagi sengsara. Tetapi pejabatnya, malah tertawa riang bahagia," ungkap Akademisi dari UNIS Tangerang ini.
Selain itu, Direktur Kajian Politik Nasional ini juga meminta kepada dua menteri Kabinet Jokowi tersebut untuk mengingat apa yang menjadi ucapan Presiden mengenai 'Sense Of Crisis'.
"Saya kira evaluasinya adalah, bahwa para pembantu Presiden dan pejabat harus ingat apa kata Jokowi dulu. Harus punya Sense Of Crisis yang sama. Punya pemahaman extra ordinary. Itu harusnya diyakini betul apa yang dikatakan oleh Jokowi. Kalau mereka gagal menterjemahkan itu, saya kira omongan Jokowi tak ada gunanya," ujarnya.










