DPRD Prihatin PAD Dinas Pendidikan Sulsel Rendah hanya 4,9 Persen

DPRD Prihatin PAD Dinas Pendidikan Sulsel Rendah hanya 4,9 Persen

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, sangat prihati Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pendidikan Sulsel masih sangat rendah, padahal sudah memasuki sudah triwulan kedua.

Dinas Pendidikan menargetkan Rp845,360 Juta tapi saat ini baru Rp41,508 juta dari target Rp845,360 Juta, atau hanya 4,9 persen.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Irfan AB mengatakan, realisasi PAD Disdik Sulsel sangat memprihatinkan. Kemungkinan untuk mencapai target sangat kecil. Pasalnya sudah tujuh bulan baru 4,9 persen.

Angka tersebut sangat tidak masuk akal. Bahkan bisa dipastikan akan sangat sulit dicapai.

"Targetnya yang terlalu tinggi atau kinerjanya yang lambat. Ini patut dipertanyakan apa solusinya," kata Andi Irfan AB.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Selle KS Dalle melanjutkan bukan hanya PAD yang minim di Disdik Sulsel realisasi penggunaan anggaran juga terbilang lambat.

Dari APBD Rp2,842 Triliun baru Rp945,689 miliar yang digunakan. Itu pun didominasi oleh program penunjang urusan pemerintahan sebesar Rp740 miliar.

"Ini sangat memprihatinkan sudah masuk bulan kedelapan tetapi masih sangat minim PAD dan realisasi anggaran. Yang tinggi hanya pembayaran gaji dan tunjungan, itukan bukan program semua sudah diprogramkan," akunya.

Sementara Kadis Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad mengakui minimnya PAD dari dinas yang dipimpinya. Dirinya menjelaskan penyebab utamanya banyak yang dimasukkan dalam target PAD namun belum ada dasar hukumnya.

Salah satunya adalah sewa kantin dan sewa foodcourt. Bahkan ada rencananya untuk dihapus.

"Kemungkinan akan tidak bisa direalisasikan semua, karena akan kami hapus. Dasar aturan dan hukumnya belum jelas," ucapnya.

Setiawan juga menambahkan terkait lambannya realisasi program memang benar adanya. Pasalnya banyak program yang memang dirancang untuk triwulan tiga dan triwulan empat.

"Insyaallah program banyak di triwulan III dan IV. Sehingga sekarang masih banyak yang minim," jelasnya.