Terkini.id, Makassar - Pemerintah Kota Makassar memastikan tak akan memasang pot bunga di sejumlah jalan yang kerap dilalui mahasiswa ketika melakukan unjuk rasa.
Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Bahar Cambolong mengatakan kepastian tersebut lantaran seringnya pot bunga mengalami kerusakan akibat terjadi bentrok dengan pihak kepolisian.
Baca juga: PDAM Makassar Dorong Gerakan Hijau untuk Tingkatkan Kualitas Lingkungan
"Kemungkinan kita tidak akan melakukan lagi pemasangan pot bunga di beberapa jalan seperti Jalan Urip, Jalan Pettarani dan jalan-jalan yang sering ditempati aksi demo," kata Barcam sapaannya, Selasa, 15 Oktober 2019.
Barcam mengatakan jalan yang kerap dilalui pendemo rawan pengrusakan pot bunga, seperti demo yang berlangsung beberapa waktu lalu.
"Seperti yang dilakukan adek-adek mahasiswa waktu demo beberapa waktu lalu ada sekitar 300 pot yang rusak dengan kerugian hingga Rp100 juta. Karena yang rusak termasuk bunga dan kembangnya," jelasnya.
Baca juga: TPA Tamangapa Berbenah, DLH Makassar Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu
Dia berencana bakal memasang taman permanen yang tidak mudah rusak dan tahan lama. Untuk tahun 2020 pihak DLH akan menganggarkan pembuatan taman atau pot permanen. Sementara tahun 2019 hanya menganggarkan sekitar Rp40 juta.
"Jadi kita akan anggarkan dan benahi secara bertahap karena bukan hanya dilokasi itu saja tetapi dibeberapa lokasi jalan yang ada di Makassar," pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa lokasi pemasangan pot permanen tersebut akan diprioritaskan di Jalan Jendral Sudirman (depan rujab Gubernur), Jalan Ahmad Yani, Jalan Urip dan Jalan Nusantara, serta beberapa jalan lainnya.










